Selamat Tinggal Minyak Cs, Transisi Energi Beri Peluang Milenial Unjuk Gigi

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Jum'at 08 Oktober 2021 17:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 320 2483442 selamat-tinggal-minyak-cs-transisi-energi-beri-peluang-milenial-unjuk-gigi-s0alk8oKr7.jpg Menteri ESDM Arifin Tasrif (Foto: Dok Kementerian ESDM)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan bahwa adanya transisi energi telah membuka peluang berkarya dalam pengembangan sumber energi bersih serta mencegah perubahan iklim.

Di mana proses peralihan penggunaan energi dari energi fosil menuju energi baru dan terbarukan (EBT) akan memberikan berkah tersendiri bagi kaum milenial.

"Transisi energi ini memberikan peluang besar untuk berkarya. Jadi Generasi muda bisa menjadi key leader dalam kolaborasi multi-institusional," kata Arifin dikutip, Jumat (8/10/2021).

Baca Juga: Komisi VII Setujui Tambahan Anggaran Kementerian ESDM Rp850 Miliar di 2022

Menurut Arifin, peran generasi muda menjadi sangat krusial dalam arah pembangunan ekonomi nasional di masa mendatang. "Generasi muda adalah salah satu faktor utama untuk menentukan keberhasilan pembangunan ekonomi rendah karbon yang berkelanjutan," ungkapnya.

Untuk itu diperlukan kesadaran dari generasi milenial mengenai proses transisi energi menuju energi bersih, kelestarian lingkungan, dan mitigasi dampak perubahan iklim yang telah menjadi komitmen Indonesia dalam Paris Agreement. "Kami mengharapkan generasi muda memberikan ide-ide dan inovasi baru dalam pengembangan EBT. Membantu mengampanyekan penggunaan energi bersih dan ikut memanfaatkan energi bersih secara konsisten," sambungnya.

Baca Juga: Menteri ESDM Jamin Ketersediaan Batu Bara untuk PLN

Arifin menyarankan beberapa hal yang bisa dilakukan oleh para milenial. Pertama, terlibat secara langsung dalam memberikan sumbangsih mengembangakan EBT. Kedua, melakukan sosialisasi pentingnya penggunaan energi bersih untuk mendukung ketahanan energi jangka panjang.

Selanjutnya, menciptakan inovasi-inovasi di bidang EBT yang langsung bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. "Bisa biomassa dari limbah menjadi berkah atau memanfaatkan tanaman setempat untuk menjadi bahan bakar, seperti bioetanol," imbuhnya.

Langkah lain yang bisa dilakukan adalah memberikan pendampingan bagi masyarakat serta mengembangkan perusahaan rintisan (startup) khususnya aplikasi penghematan energi. "Generasi muda bisa menjadi key leader dalam kolaborasi multi-institusional," harap Arifin.

Pemerintah sendiri juga tengah melakukan dua terobosan kebijakan yang khusus diperuntukkan oleh para generasi muda demi mendukung program percepatan EBT, yaitu Gerakan Inisiatif Listrik Tenaga Surya dan Patriot Energi. "Ini bisa menjadi ujung tombak dimanfaatkannya EBT di daerah-daerah di seluruh Indonesia," tutup Arifin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini