Perkembangan Fintech di Indonesia Sangat Pesat, Ini Buktinya

Antara, Jurnalis · Senin 11 Oktober 2021 19:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 11 320 2484722 perkembangan-fintech-di-indonesia-sangat-pesat-ini-buktinya-jCpujy7PBi.jpg Perkembangan fintech di RI sangat pesat (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Perkembangan financial technology (fintech) di Indonesia sangat pesat. Hal ini menunjukkan bahwa akselerasi perkembangan dan transformasi digital di Indonesia sudah baik.

“Ini perkembangan yang sangat menggembirakan dan saya yakin financial technology juga berkembang sangat pesat,” katanya Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Senin (11/10/2021).

Baca Juga: Instruksi Presiden Jokowi, Fintech Bantu UMKM Naik Kelas

Suahasil mengatakan fintech telah berkembang pesat di Indonesia baik dari sisi perusahaan maupun dari sisi transaksi,m dan volume transaksi.

Menurutnya, perkembangan fintech memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat seperti mendorong inklusi keuangan serta memfasilitasi penyaluran kredit terutama untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Tak hanya itu, keberadaan fintech di Indonesia turut mendorong investasi dan perdagangan sekaligus meningkatkan pendalaman keuangan.

Baca Juga: Indonesia Berpeluang Jadi Raksasa Digital Setelah China dan India, Presiden Jokowi: Kawal Cepat dan Tepat

“Kami memahami bahwa bersama dengan potensinya maka juga sangat penting untuk menangani semua risiko yang terkait dengan fintech dan kami harus mengatasinya,” ujarnya.

Meski demikian, Suahasil menegaskan di balik potensi besar dari fintech juga terdapat potensi risiko yang harus selalu ditangani oleh pemerintah yakni terkait perlindungan data dan keamanan siber.

Suahasil mengatakan digitalisasi harus diimbangi dengan literasi keuangan dan digital terutama bagi kelompok rentan seperti masyarakat dengan akses terbatas ke layanan keuangan.

Selain itu, literasi tersebut juga harus sampai kepada kelompok yang baru mengenal layanan keuangan terutama yang baru mengenal teknologi digital di sektor keuangan.

“Sangat penting bagi kita untuk menjadikan literasi keuangan dan digital sebagai kewajiban dalam melakukan transaksi digital,” tegasnya.

Literasi ini mencakup pengetahuan, keterampilan, serta sikap terhadap penggunaan teknologi untuk melakukan transaksi digital.

“Sangat penting bagi kami untuk terus meningkatkan standar dan juga literasi digital ke depan,” katanya.

Suahasil percaya peningkatan literasi digital akan mempengaruhi tingkat inklusi keuangan yang pada akhirnya membuka peluang bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi sehingga berkontribusi dalam pemulihan.

“Saya yakin OJK bersama dengan penyelenggara sistem pembayaran dan akan mampu meningkatkan keamanan kita semua dan juga pengetahuan masyarakat,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini