Penerimaan Negara dari Hulu Migas Rp125 Triliun

Ahmad Hudayanto, Jurnalis · Selasa 12 Oktober 2021 18:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 320 2485262 penerimaan-negara-dari-hulu-migas-rp125-triliun-AkP8aa0kdN.jpg Kilang Minyak. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)

JAKARTA - Industri hulu migas mendorong perputaran roda perekonomian nasional maupun daerah. Hingga Agustus 2021, penerimaan negara dari sektor hulu migas mencapai Rp125 triliun atau 125% dari target 2021.

Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas, Erwin Suryadi mengatakan, SKK Migas optimis industri hulu migas masih dapat memberikan kontribusi sebesar puluhan triliun bagi penerimaan negara di quartal ketiga tahun 2021 ini.

Baca Juga: SKK Migas Memastikan Besaran Cadangan Hidrokarbon di Sumur Eksplorasi West Penyu

"Selain itu, industri migas juga telah berkontribusi bagi industri lain di tahun 2020-2021 dengan nilai keseluruhan kontrak yang mencapai USD7,127 miliar," ujarnya, Selasa (12/10/2021).

Sementara itu, Pengamat Migas Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, industri hulu migas sangat berperan dalam melahirkan industri-industri jasa dan penunjang nasional dalam lima tahun terakhir karena adanya keterkaitan antara satu dan lainnya. Dengan adanya rencana produksi minyak dengan target 1 juta barel, peluang industri nasional untuk berperan aktif semakin besar.

Baca Juga: 7 Proyek Migas Produksi, Nilai Investasi Capai Rp20,9 Triliun

“Ini peluang bagi industri penunjang migas, baik barang maupun jasa, untuk dapat meningkatkan daya saingnya. Sementara bagi industri hulu migas, ini juga peluang untuk meningkakan raihan TKDN dalam kegiatan-kegiatannya,” ujar Komaidi.

Dia pun berharap SKK Migas dapat terus melakukan pembinaan kepada industri dalam negeri agar mampu meningkatkan kompetensi dari aspek teknologi. Tidak hanya itu, dukungan insentif juga diperlukan agar industri yang baru dibangun dengan nilai depresiasi yang tinggi dapat bersaing.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini