Emiten RS Mayapada Bidik Dana Rights Issue Rp1,6 Triliun

Rabu 13 Oktober 2021 13:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 278 2485629 emiten-rs-mayapada-bidik-dana-rights-issue-rp1-6-triliun-PctRR731Dw.jpg Rights Issue SRAJ. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) berencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue. Emiten pengelola rumah sakit Mayapada membidik dana rights issue Rp1,62 triliun.

Disebutkan, perseroan akan menerbitkan 8,14 miliar saham atau setara 40,42% melalui mekanisme penawaran umum terbatas (PUT) III. Sejahteraraya mematok harga penawaran right issue Rp 200 per saham, sehingga berpotensi meraup dana Rp 1,62 triliun.

Baca Juga: Emiten RS Milik Miliarder Tahir Kantongi Laba Rp155,1 Miliar

“Dana dari aksi koporasi tersebut akan digunakan untuk pembayaran utang dan modal kerja perseroan,” jelas manajemen, dikutip dari Harian Neraca, Rabu (13/10/2021).

Menurut Sejahteraraya, sekitar 93,06% atau setara Rp1,51 triliun dana hasil rights issue akan digunakan untuk membayar utang kepada pemegang saham PT Surya Cipta Inti Cemerlang (SCIC) terkait fasilitas pinjaman seri A sebesar Rp 300 miliar. Kemudian pinjaman seri B Rp 400 miliar, seri C Rp150 miliar, seri D 400 miliar, seri E Rp 125 miliar, dan seri F Rp450 miliar.

Baca Juga: Sejahteraraya Anugrahjaya Terbitkan Saham Baru Senilai Rp1,32 Triliun

"Selanjutnya sekitar 6,94% atau setara Rp112,87 miliar akan digunakan untuk modal kerja, namun tidak terbatas untuk pembelian peralatan kesehatan, pengembangan rumah sakit, dan lain lain,” papar manajemen.

Untuk melakukan aksi korporasi ini, Sejahteraraya bakal menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 17 November 2021. Perseroan menargetkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 28 Desember 2021.

SCIC, sebagai pemegang saham utama dan pengendali perseroan, telah memberikan pernyataan tidak akan melaksanakan dan akan mengalihkan seluruh HMETD yang dimilikinya kepada PT Grand Pacific Properties Limited (GPP). Sedangkan PT High Pro Investment Limited (HPIL) sebagai pemegang saham utama perseroan telah memberikan pernyataan akan melaksanakan seluruh haknya sesuai bagiannya berdasarkan PUT III.

Sejahteraraya Anugrahjaya menargetkan pertumbuhan kinerja keuangan tahun ini, di mana pendapatan bisa mencapai Rp 2 triliun, sedangkan laba perseroan diharapkan mencapai sedikitnya Rp250 miliar. Direktur Sejahteraraya Anugrahjaya, Arif Mualin pernah bilang, pandemi Covid-19 tahun lalu sangat menantang, baik dari sisi jumlah pasien, yang berobat, jumlah kamar yang disediakan, maupun jumlah peralatan dan sumber daya manusia.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, kata Arif, tahun ini perseroan merencanakan pembangunan rumah sakit di Surabaya dan Bandung. Pada 15 Juli 2020, perseroan juga telah membuka secara operasional Rumah Sakit Mayapada Kuningan, Jakarta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini