IMF Kembali Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Jadi 5,9%

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 13 Oktober 2021 16:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 320 2485776 imf-kembali-pangkas-proyeksi-pertumbuhan-ekonomi-global-jadi-5-9-uoZTKFUgaK.jpg IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi Global

JAKARTA - International Monetary Fund (IMF) kembali menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia 2021 dari 6,0% menjadi 5,9% dibanding proyeksi sebelumnya di bulan Juli.

Namun demikian, proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2022 tidak berubah di level 4,9%.

Kepala BKF Febrio Kacaribu mengatakan, pemulihan ekonomi global masih solid, meski beberapa aspek memengaruhi perubahan proyeksi seperti isu gangguan supply di negara maju serta sempat memburuknya kasus Covid-19 di negara berkembang akibat varian Delta.

"Penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2021 terjadi secara luas di negara maju maupun negara berkembang," kata Febrio di Jakarta, Rabu (13/10/2021).

Hal ini menunjukkan adanya risiko global yang meningkat. Dua perekonomian terbesar dunia, yakni Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, juga mendapatkan revisi ke bawah untuk outlook pertumbuhannya. Ekonomi AS diproyeksikan tumbuh 6,0% di 2021, sementara Tiongkok tumbuh 8,0%.

Penurunan proyeksi pertumbuhan AS didorong isu gangguan supply yang ditandai dengan naiknya tekanan inflasi yang mencapai rekor tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.

Konsekuensinya, konsumsi mengalami perlambatan di triwulan ke-3 yang turut dipengaruhi oleh kenaikan kasus Covid-19. Di sisi lain, penurunan proyeksi pertumbuhan Tiongkok disebabkan pengurangan investasi publik dan pengetatan regulasi di sektor properti.

Penurunan proyeksi juga dialami ASEAN-5, di mana laju pertumbuhan 2021 diperkirakan hanya mencapai 2,9%.

Penyebaran varian Delta menjadi faktor utama dari revisi ke bawah yang dilakukan pada kawasan ini, selain jangkauan vaksinasi negara-negaranya yang relatif masih rendah dibanding negara maju.

Secara detail, proyeksi pertumbuhan Indonesia oleh IMF berada di tingkat 3,2% atau turun 0,7% dari proyeksi Juli. Penurunan proyeksi Indonesia tidak sedalam koreksi pada negara ASEAN-5 lain yakni Thailand 1,0% (turun 1,1%), Malaysia 3,5% (turun 1,2%), Filipina 3,2% (turun 2,2%) dan Vietnam 3,8% (turun 2,7%).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini