6 Risiko Tidak Membayar Pinjaman Online, Nomor 4 Bikin Malu

Erlinda Septiawati, Jurnalis · Rabu 13 Oktober 2021 14:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 622 2485659 6-risiko-tidak-membayar-pinjaman-online-nomor-4-bikin-malu-Nc05Bqdehy.jpg Risiko Tidak Membayar Pinjaman Online. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Risiko tidak membayar pinjaman online sangat perlu untuk diketahui. Pasalnya bila nantinya tidak bayar, konsumen bisa di blacklist dari daftar peminjam.

Jadi, pinjam di pinjaman online mesti cermat. Jangan sampai hanya tergiur karena cepatnya pencairan, tapi tak tahu besarnya bunga pinjaman online.

Kecermataan ini penting karena ada resiko tidak membayar pinjaman online. Kebutuhan yang mendesak seringkali menjadi penyebab ajukan pinjaman online.

Namun, meski sistem pinjol terbilang cukup mudah bahkan pinjaman tersebut langsung ditransfer ke rekening Anda hanya dalam hitungan menit. Akan tetapi, bila pembayaran tersendat dan tidak sesuai tenor yang ditetapkan tentu akan menimbulkan masalah.

Baca Juga: 20 Daftar Pinjaman Online Bunga Rendah

Berikut enam resiko tidak membayar pinjaman online, yang telah dirangkum Okezone, Rabu (13/10/2021).

1. Masuk Blacklist SLIK OJK

Pada saat mengajukan pinjaman online, penyedia layanan pinjaman biasanya meminta sejumlah data pribadi berupa foto KTP, NPWP, KK, slip gaji, dan akun internet banking.

Hal tersebut digunakan untuk mengetahui identitas peminjam dana secara lengkap. Jika suatu hari bermasalah, misalnya tidak membayar pinjaman online sesuai batas waktu atau tidak melunasinya.

Data pribadi akan dilaporkan ke Sistem Layanan Informasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (SLIK OJK) sehingga memiliki status sebagai warga negara dengan masalah kredit. Akibat dari sanksi ini, Anda akan kesulitan mengajukan pinjaman di lain hari karena pernah ada rekam jejak yang kurang baik.

2. Bunga dan Denda Menumpuk

Hitungan bunga pinjaman online yang tidak bayar atau belum dilunasi akan terus berjalan. Resiko ini menyebabkan akumulasi bunga dan denda menumpuk. Jumlahnya bisa membengkak hingga puluhan juta.

Baca Juga: Banyak Merugikan Masyarakat, Kapolri Minta Pelaku Pinjol Ilegal Ditindak Tegas

Selain itu, akumulasi pinjaman akan disertai denda jika pinjaman sudah jatuh tempo. Semakin lama menunggak, maka total pinjaman semakin besar karena ditambah bunga dan denda yang berlipat ganda

3. Terganggu Oleh Debt Collector

Biasanya jika peminjam tidak kunjung bayar cicilan, pihak penyedia pinjaman menugaskan debt collector untuk melakukan penagihan di berbagai tempat aktivitas Anda, seperti di rumah, kantor, atau lokasi usaha peminjam dana. Sehingga Anda tidak bisa leluasa dalam beraktivitas karena senantiasa diikuti oleh debt collector.

4. Menagih kepada Orang Terdekat

Penyedia pinjaman online biasanya meminta peminjam memberikan kontak pribadi orang-orang terdekat, yaitu anggota keluarga serumah, anggota keluarga tidak serumah, atau para sahabat

Data tersebut digunakan untuk melakukan penagihan, bila Anda tidak membayar pinjaman online. Kemudian, sebagai bentuk sanksi sosial agar Anda malu bila bertemu orang terdekat karena tidak mampu melunasi pinjaman online.

5. Sanksi Pinjol Sesuai Kesepakatan Bukan Berupa Sanksi Pidana

Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM pasal 19 ayat 2 yang menjamin bahwa seseorang tidak boleh dipidana penjara karena tidak mampu memenuhi kewajiban dalam perjanjian utang piutang.

Melansir dari website Hukum Online, Anggota komisioner Hak Asasi Manusia, Mohammad Choirul Anam pun mengatakan bahwa orang yang tidak bayar pinjaman online tidak dapat dijerat sanksi pidana.

Meskipun demikian, peminjam tidak boleh mengingkari kewajiban membayar utang karena proses pelunasan tetap dilakukan sesuai kesepakatan antara kedua pihak.

6. Tips Agar Tidak Kesulitan Membayar Pinjol

Adapun ada beberapa cara yang harus diperhatikan agar tidak tidak kesulitan membayar pinjaman online:

- Pilihlah lembaga pinjaman online yang telah terdaftar dan diawasi OJK dengan bunga pinjaman rendah, seperti Kredit Pintar, agar bisa bayar pinjaman karena bunga tidak terus bertumpuk.

- Jumlah pinjaman tidak melebihi 30% pendapatan bulanan agar pendapatan Anda cukup untuk membayar cicilan pinjaman online tersebut.

- Ajukan pinjaman kepada lembaga pinjaman online yang berkualitas agar saat penagihan dilakukan dengan cara yang tepat. Selain itu, biasanya memiliki fitur notifikasi pengingat jatuh tempo dan menelepon pihak peminjam untuk mengingatkan kewajiban membayar utang.

- Pasang alarm di smartphone sebagai pengingat tanggal jatuh tempo cicilan pinjaman online. Langkah ini untuk meminimalkan risiko keterlambatan pembayaran serta terbebas dari denda pinjaman.

- Terakhir, bisa dengan meminta bantuan anggota keluarga untuk mengingatkan tanggal jatuh tempo pinjaman online.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini