Sri Mulyani Bertemu Menkeu AS Janet Yellen Bahas Ancaman Berbahaya Selain Covid-19

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 14 Oktober 2021 10:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 14 320 2486067 sri-mulyani-bertemu-menkeu-as-janet-yellen-bahas-ancaman-berbahaya-selain-covid-19-77nOCXOEGK.jpg Menkeu Sri Mulyani Bertemu Menkeu AS Janet Yellen (Foto: Instagram Sri Mulyani)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani telah melakukan pertemuan bilateral dengan Menkeu Amerika Serikat Janet Yellen di Washington DC.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam pertemuan ini membahas topik-topik penting G20 di mana Indonesia akan memimpin G20 tahun 2022.

"Pertama aspek dukungan pendanaan kesehatan untuk mencegah bencana pandemi kedepan, menyangkut kemampuan deteksi dini dan riset kesehatan secara global, kapasitas sistem kesehatan di setiap negara, tata kelola serta protokol dan pengaturan kelembagaan termasuk perkuatan peran WHO, lembaga multilateral dan G20," kata Sri Mulyani seperti dikutip Instagram, Jakarta, Kamis (14/10/2021).

Baca Juga: Perubahan Iklim Jadi Ancaman, Sri Mulyani Buka-bukaan soal Pajak Karbon

Dia mengatakan, hubungan bilateral Indonesia - Amerika Serikat penting baik dari segi kerja sama perdagangan, Investasi, teknologi maupun aspek strategis lainnya.

Baca Juga: Cerita Sri Mulyani Bertemu Bos Media Terkaya di Dunia Berharta Rp843,7 Triliun

"Pemulihan ekonomi Amerika Serikat dan kebijakan moneter dan fiskal yang dilakukan Amerika Serikat memberikan dampak ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, baik dari segi ekspor dan aliran modal dan teknologi," katanya.

Dia juga membahas kesepakatan historis global mengenai perpajakan termasuk penerapan minimum taxation. Upaya mencegah erosi basis pajak, penghindaran pajak dan kompetisi tarif pajak “race to the bottom”.

Serta juga membahas kerangka sustainable finance dan pendanaan agenda climate change, terutama pelaksanaan komitmen negara maju pada Paris Agreement dalam penyediaan pendanaan bagi negara-negara berkembang untuk menjalankan agenda climate change.

"Indonesia harus terus memperkuat fondasi ekonomi dan terus menjaga kepentingan nasional dalam menghadapi kondisi global yang semakin dinamis, kompetitif dan kompleks," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini