Resmikan Merger Pelindo I-IV, Presiden Jokowi: Ada yang Tak Efisien di Negara Kita

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 14 Oktober 2021 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 14 320 2486112 resmikan-merger-pelindo-i-iv-presiden-jokowi-ada-yang-tak-efisien-di-negara-kita-WvwQgpuTIZ.png Jokowi Resmikan Merger Pelindo I-IV (Foto: Youtube Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menggabungkan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo I-VI pada hari ini.

Pada kesempatan yang sama, Jokowi juga meresmikan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Presiden Jokowi mengatakan, merger Pelindo akan menekan biaya logistik di Tanah Air. Sebab, saat ini biaya logistik di Indonesia masih tinggi atau berada di level 23% jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang berada di kisaran 12% saja.

"Kita tahu biaya logistik negara kita dibanding negara tetangga kita masih jauh, tertinggal kita ini. Mereka biaya logistiknya hanya 12% kurang lebih, kita masih 23%. Artinya ada yang tidak efisien di negara kita," ujar Jokowi dalam peresmian seperti ditayangkan di Youtube Setpres, Jakarta, Kamis (14/10/2021).

Baca Juga: Disetujui Jokowi! Pelindo I-IV Resmi Merger

Sebab itu, kata dia, penggabungan Pelindo yang dibarengi dengan masifnya pembangunan infrastruktur baik jalan, pelabuhan, dan bandara udara bertujuan untuk membawa produk-produk Indonesia agar bisa berkompetisi di pasar global.

Peresmian merger Pelindo diperkuat dengan penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 101 Tahun 2021 tentang Penggabungan PT Pelindo I, III, dan IV (Persero) ke Dalam PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) yang diteken Jokowi pada awal Oktober lalu.

Dalam tindak lanjutnya, Kementerian BUMN sebagai pemegang saham memfasilitasi penandatanganan akta merger atau penggabungan yang dilakukan Direktur Utama Pelindo I Prasetyo, Direktur Utama Pelindo II, Arif Suhartono, Direktur Utama Pelindo III, Boy Robyanto, dan Direktur Pelindo IV, Prasetyadi.

Setelah penandatanganan akta, pemegang saham pun menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk menetapkan jajaran Komisaris dan Direksi perseroan. Melalui RUPSLB, Erick Thohir menetapkan Dewan Direksi dan Komisaris hingga nama dan tugas empat subholding Pelindo.

Adapun Jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Pelindo:

Komisaris:

- Komisaris Independen (Plt Komisaris Utama): Marsetio

- Komisaris Independen: Irma Suryani Chaniago

- Komisaris Independen: Heru Sukanto

- Komisaris: Antonius Ranier Haryanto

- Komisaris: R. Agus H. Purnomo

- Komisaris: Didi Sumedi

- Komisaris: Sudung Situmorang

Direksi:

- Direktur Utama: Arif Suhartono

- Wakil Direktur Utama: Hambra

- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Mega Satria

- Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum: Ihsanuddin Usman

- Direktur Strategi: Prasetyo

- Direktur Investasi: Boy Robyanto

- Direktur Pengelola: Putut Sri Muljanto.

Sementara, tupoksi yang diemban subholding Pelindo diantaranya pertama, PT Terminal Petikemas Indonesia membidangi urusan terminal peti kemas di seluruh Indonesia. Kedua, PT Pelindo Multi Terminal bertanggung jawab menangani barang di luar peti kemas.

Ketiga, PT Pelindo Jasa Maritim mengelola seluruh aktivitas penunjang terkait kemaritiman seperti jasa tunda dan labuh. Keempat, PT Pelindo Solusi Logistik bertanggung jawab atas penunjang aktivitas pelabuhan lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini