4 Fakta Neraca Dagang RI Surplus USD4,37 Miliar, 17 Bulan Berturut-turut!

Erlinda Septiawati, Jurnalis · Jum'at 15 Oktober 2021 21:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 15 320 2486922 4-fakta-neraca-dagang-ri-surplus-usd4-37-miliar-17-bulan-berturut-turut-bDD7nUFlCS.jpg Neraca Perdagangan (Foto: Okezone)

JAKARTA – Surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai sebesar USD4,37 miliar per September 2021 selama 17 bulan berturut-turut.

Diketahui kinerja ekspor sepanjang September tetap solid, dipengaruhi kenaikan harga komoditas ekspor yakni batubara dan CPO masing-masing 9,5% (month of month /mtm) dan 3,46% mtm.

Berikut empat fakta terkait neraca perdagangan RI surplus USD4,37 miliar, yang telah dirangkum oleh Okezone, Jumat (15/10/2021).

1. Neraca Perdagangan RI Surplus USD4,37 Miliar

Data menunjukkan neraca perdagangan surplus selama 17 bulan beruntun. Nilai ekspor pada September 2021 mencapai USD20,60 miliar. Sedangkan, impor mencapai USD16,23 miliar.

Baca Juga: Neraca Dagang Indonesia Keok Lawan Thailand, Senasib dengan Tim Piala Uber

"17 bulan beruntun surplus terus," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam video virtual.

Apabila melihat per sektornya, penurunan terbesar terjadi di sektor migas, yakni 12,56% secara month ton month (mtm). Sektor non migas mengalami penurunan yang lebih rendah, yakni 3,38% secara mtm.

2. Impor Turun 2,67% September 2021

Sedangkan, kinerja impor pada September tahun ini turun secara bulanan 2,67% , secara tahunan impor Indonesia tercatat naik 40,31%.

Baca Juga:  Ekspor RI Sepanjang September Meroket 47% Sebesar USD20,6 Miliar

"Jika dirinci secara yoy impor migas naik 59,15% dan non migas meningkat 38,18%," katanya.

3. Kinerja Ekspor Naik 47,64%

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor sepanjang September sebesar USD20,60 miliar atau lebih rendah dibandingkan Agustus 2021 sebesar USD21,43miliar (month to month/mom). Realisasi tersebut masih meroket sebesar 47,64% pada September 2020 sebesar USD13,96 miliar.

"Dilihat dari Migas dan non migas meningkat. Migas meningkat sebesar 39,79% atau sebesar USD0,93 miliar sedangkan non migas USD19,67 miliar atau meningkat 48,03%," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam video virtual.

4. Ekspor RI Mengalami Kenaikan Selama 3 Tahun

Sementara, perkembangan ekspor selama tiga tahun ini 2019,2020 dan 2021. Secara kumulatif Januari hingga September meningkat 40,38% atau sebesar USD164,29 miliar

"Share terbesar itu dari lemak hewani nabati," katanya.

Kinerja ekspor nonmigas pun terkoreksi relatif lebih rendah karena sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga. Beberapa yang mengalami peningkatan di antaranya batu bara, alumunium, minyak kernel, dan kelapa sawit.

"Harga batu bara per September 2021 naik 9,5% mtm, alumunium 8,9% mtm, dan minyak kernel 6,42% mtm," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini