Dia pun melihat ada sejumlah potensi investasi hijau di Indonesia. Salah satunya, pembangunan rendah karbon.
Dirinya memperkirakan, kebutuhan konsumsi energi di Iindoensia mencapai 400-700 gigawatt. Selanjutnya, investasi pada carbon offset. Sebab, Indonesia memiliki 10% hutan hujan dunia.
Selain itu, lahan gambut yang dimiliki Indonesia mampu menyimpan karbon tiga kali lebih banyak daripada tanah kering.
"Rain forest menjadi salah satu aset strategis yang tidak banyak negara punya selain Kongo dan Brasil," ujar dia.
Sebelumnya, Penasihat Senior Ekonomi Kementerian Investasi/BKPM Indra Darmawan mengatakan, untuk mendorong investasi energi baru dan terbarukan, pemerintah telah menyediakan subsidi dan insentif.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.