Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menko Luhut Tegaskan Komitmen Perbanyak Investasi Ramah Lingkungan

Azhfar Muhammad , Jurnalis-Jum'at, 22 Oktober 2021 |08:52 WIB
Menko Luhut Tegaskan Komitmen Perbanyak Investasi Ramah Lingkungan
RI Perbanyak Investasi Ramah Lingkungan. (Foto: okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pemerintah mendorong lebih banyak investasi berkelanjutan atau ramah lingkungan di Indonesia. Seperti pengembangan industri berteknologi tinggi, khususnya di Kawasan Cirebon, Patimban dan Kertajati (Rebana) yang dapat menjadi pendorong ekonomi baru yang unggul, berdaya saing, dan bertaraf internasional.

“Kami berkomitmen untuk terus mendorong investasi yang ramah lingkungan guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di berbagai daerah,” ujar Luhut, Jumat (22/10/2021).

Luhut juga akan mendukung Jawa Barat bagian Selatan mengejar beberapa ketimpangan dan mengatasi tantangan.

Baca Juga: Konsumsi Lesu, Mesin Pertumbuhan Ekonomi RI Berharap pada Investasi

“Pemerintah pusat kami pastikan akan mendorong ini, banyak sekali ketertinggalan di bagian selatan Jawa Barat yang harus kita kejar dan banyak peluang dan ini Rebana yang bisa dikembangkan,” kata Luhut.

Menko Luhut menyampaikan melalui Perpres tersebut, Presiden Jokowi menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk mendukung penuh pembangunan yang dilakukan di kawasan Rebana dan kawasan Jawa Barat bagian selatan.

Investasi Sektor Hijau

Sementara itu, investor asing mulai tertarik untuk menanamkan dananya di sektor hijau. Founding Partner of Landscape Incubation and Investment Facility for the Environment Rama Manusama mengatakan, dana yang memiliki tema sustainibility pada 2020, ada 60 triliun aset under management di seluruh dunia.

Baca Juga: Dikejar Target Investasi Rp900 Triliun, Sanggup Pak Bahlil?

"Bahkan, para investor lebih berminat untuk menanamkan dana pada sektor hijau ketimbang sektor sosial. Sebab, masalah perubahan iklim menjadi masalah dunia," kata Rama.

Kata Rama, para penanam dana asal Australia juga enggan menanamkan dana pada bisnis yang tidak berkelanjutan. 

"Harus ada bisnis energi yang ramah lingkungan. Kalau tidak, tidak akan laku," katanya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement