Cerita Erick Thohir Bertemu Menteri Inggris dan Jepang demi Transformasi BUMN

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 22 Oktober 2021 14:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 320 2490117 cerita-erick-thohir-bertemu-menteri-inggris-dan-jepang-demi-transformasi-bumn-UEF1tfqpc2.jpg Erick Thohir (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengaku telah melakukan pertemuan dengan sejumlah duta besar (dubes) dan para menteri dari beberapa negara, seperti Inggris dan Jepang untuk merealisasikan transformasi BUMN.

Erick Thohir menawarkan kerja sama yang bertujuan mendorong realisasi sejumlah program prioritas dalam agenda transformasi BUMN.

"Dalam pertemuan dengan beberapa duta besar, saya meminta mereka bagian dari transformasi yang ada di Indonesia. Seperti kemarin saya sampaikan kepada Menteri Inggris, apa kebutuhan masing-masing negara? Sama, Ketika kita ke Jepang sama Pak Pahala, ayo Indonesia siap menjadi ekosistem," ujar Erick, Jakarta, Jumat (22/10/2021).

Baca Juga: Laba Naik 365%, Ini Daftar BUMN Kinerja Kinclong Berkat Tangan Dingin Erick Thohir

Erick Thohir berharap negara-negara besar bisa mendukung transformasi BUMN dengan ketulusan hati. Pasalnya, sejumlah program yang ditawarkan tidak saja mampu mengubah Indonesia, namun juga mampu mengubah dunia.

"Karena saya itu sangat terbuka dengan diskusi-diskusi dengan para Dubes dan para Menteri. Tinggal bagaimana, tadi kita berubah, dua-duanya juga berubah, kita sama-sama berubah untuk siapa? Untuk anak cucu kita, untuk dunia yang lebih sehat," katanya.

Dua tahun ke depan agenda transformasi perusahaan negara menjadi fokus utama Erick Thohir. Tercatat ada lima program penting yang harus direalisasikan.

Adapun kelima program transformasi di antaranya, pertama, transformasi digitalisasi yang dilakukan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Telkomsel Tbk., salah satunya, peluncuran 5G Mining yang merupakan hasil kolaborasi antara PT Freeport Indonesia dan Telkom.

Inovasi tersebut merupakan langkah transformasi yang dilakukan perusahaam dalam menghadapi persaingan industri 4.0. Peluncuran ditargetkan 5G Mining pada 2022.

Kedua, transformasi energi baru terbarukan (EBT) yang digodok PT PLN (Persero). Di sektor ini, PLN akan menggarap pembangunan pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) berkapasitas 20,09 gigawatt (GW) pada 2025.

Ketiga, transdormasi di sektor pertambangan yang dilakukan Holding BUMN Pertambangan. Keempat, industri pariwisata yang menjadi fakus PT PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) sebagai payung dari Holding Pariwisata dan Pendukungnya.

"Transformasi yang tidak kalah pentingnya di industri pertambangan yang friendly terhadap lingkungan hidup dan tentu terakhir industri pariwisata juga menjadi komponen penting," ujarnya.

Kelima, transformasi di sektor pangan. Erick menggarisbawahi Indonesia sebagai negara agraris yang seyogyanya menjadi ekosistem atau lumbung pangan dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini