Menko Airlangga: Digitalisasi Koperasi Makin Penting untuk Putar Roda Ekonomi

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Sabtu 23 Oktober 2021 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 23 320 2490593 menko-airlangga-digitalisasi-koperasi-makin-penting-untuk-putar-roda-ekonomi-xQaEvrENvc.jpg Menko Perekonomian Airlangga (Foto: Dok Kemenko Perekonomian)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bahwa digitalisasi koperasi sangat penting saat ini. Menurutnya koperasi hingga saat ini terus berkembang dan menjadi andalan masyarakat untuk memutar roda perekonomian.

“Di era digital ini, digitalisasi koperasi makin penting. Tentunya ini adalah peluang emas karena saat ini pasar digital di Indonesia sebesar 44 milyar dolar AS, dan di tahun 2025 diprediksi sekitar 125 milyar dolar AS,” kata Menko Airlangga melalui keterangan resmi, Sabtu (23/10/2021).

Hal ini tercermin dari data Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) tahun 2020 yang mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun 2019.

Baca Juga: Menko Airlangga: Ekonomi Digital ASEAN Selama 2020 Berasal dari Indonesia

“Maka Jika seluruh koperasi ini dilakukan digitalisasi, dengan anggota yang lebih dari 25 juta, tentu akan menjadi nilai yang luar biasa,” tambahnya.

Tak hanya itu, ia menuturkan pemerintah telah mendorong pengembangan koperasi melalui regulasi dengan terbitnya UU Cipta Kerja pada tahun 2020 untuk memberi kemudahan koperasi dalam berkembang dan berdaya saing.

Baca Juga: Jumlah Pengangguran Turun, Wirausaha Naik 13% karena Program Kartu Prakerja

“Pada tahun 2019, jumlah koperasi aktif sebanyak 123.048 unit dengan volume usaha Rp154 triliun dan jumlah anggota sekitar 22 juta orang. Sedangkan pada Desember 2020, jumlah koperasi aktif sebanyak 127.124 unit dengan volume usaha Rp174 triliun dan jumlah anggota sekitar 25 juta orang,” bebernya.

Namun demikian, koperasi pada masa pandemi ini juga mengalami berbagai kendala untuk menjalankan usahanya. Sebagian besar koperasi mengalami pengembalian pinjaman yang terganggu, omzet menurun, penarikan simpanan, penundaan Rapat Anggota Tahunan, dan kendala lainnya.

Terkait dengan pengelolaan manajemen kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM koperasi, penggunaan teknologi dan sistem informasi baik dalam manajemen koperasi maupun dalam menjalankan usahanya, perlu dilakukan pembinaan dan pendampingan serta kemitraan.

“Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi adalah melalui modernisasi koperasi. Adapun target penumbuhan koperasi modern pada tahun 2024 yakni sebanyak 500 unit koperasi,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini