Transformasi Digital, Transaksi E-commerce di RI Tembus Rp266,3 Triliun

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Senin 25 Oktober 2021 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 25 320 2491201 transformasi-digital-transaksi-e-commerce-di-ri-tembus-rp266-3-triliun-PklhE1UV0o.jpg E-Commerce (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat berdasarkan data Bank Indonesia (BI), nilai transaksi e-commerce Indonesia pada tahun 2020 mencapai Rp266,3 triliun.

“Melihat adanya peluang ekonomi digital Indonesia yang begitu luar biasa. Oleh karena itu, pada tahun 2017, Kemenperin meluncurkan program e-Smart IKM. Program ini diharapkan agar produk-produk IKM nasional memiliki kualitas yang bisa berdaya saing global, dengan memanfaatkan platform digital yang ada seperti e-commerce, website dan media social,” kata Plt Dirjen IKMA Kemenperin, Reni Yanita melalui keterangan resmi, Senin (25/10/2021).

Menurutnya pihak Kementerian telah berkomitmen untuk mendorong para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dapat mengaplikasikan teknologi digital termasuk dalam aspek pemasaran.

Baca Juga: Mobil88 Perkuat Positioning dengan Platform Digital dan Integrasikan Ekosistem Astra

“Transformasi digital yang terjadi saat ini dipercepat dengan kondisi dunia karena terjadinya pandemi Covid-19. Kondisi tersebut telah mengubah perilaku konsumen, salah satunya dalam hal pemilihan saluran pembelian atau belanja konsumen,” tambahnya.

Sejak tahun 2020, pelaksanaan program e-Smart IKM menjadi bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini 6 Posisi Pekerjaan yang Dibutuhkan di E-Commerce

“Selain itu, kampanye Gernas BBI yang intens dilakukan pemerintah juga bertujuan meningkatkan UMKM/IKM onboarding di plaform digital, dengan target sebanyak 30 juta UMKM/IKM onboarding pada tahun 2023,” ungkapnya.

Reni menambahkan, pihaknya telah melaksanakan berbagai program dalam mendukung Gernas BBI, di antaranya pelaksanaan webinar series bersama marketplace Indonesia dan puncaknya pada Festival Joglosemar pada bulan Mei 2021.

“Sebagai tindak lanjut program e-Smart IKM ini, ke depannya kepada para IKM yang aktif dan lolos kurasi akan dipilih untuk mengikuti sustainable program dari Ditjen IKMA, antara lainpendampingan digital marketing, manajemen usaha, dan fasilitasi membership di e-commerce global dalam program IKM Go Global,” paparnya.

Reni mengajak pemerintah daerah dan kolaborator untuk dapat meneruskan pembinaan kepada para IKM, sehingga mereka mendapat akses untuk terus berkembang dalam rangka meningkatkan daya saing industri demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini