Investasi Migas Temui Hambatan, Realisasinya Baru USD9,07 Miliar

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Senin 25 Oktober 2021 17:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 25 320 2491509 investasi-migas-temui-hambatan-realisasinya-baru-usd9-07-miliar-kvwpKHC7D7.jpg Realisasi Investasi Migas. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)

JAKARTA - Realisasi investasi migas hingga triwulan III-2021 mencapai sebesar USD9,07 miliar atau 56,67% target 2021 sebesar USD16,81 miliar. Terdiri dari investasi hulu migas mencapai USD7,65 miliar dan hilir migas mencapai USD1,42 miliar.

Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Alimuddin Baso mengatakan, terdapat beberapa hambatan dalam pencapaian investasi migas, antara lain perubahan investasi hilir, khususnya pada kilang RDMP dan GRR terkait efesiensi biaya.

Baca Juga: TKDN Hulu Migas Capai 58%, Pengusaha Lokal Dapat Rp23 Triliun

"Ditjen Migas akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mendorong tercapainya target investasi," ujarnya dalam konferensi pers, Senin (25/10/2021).

Sementara mengenai penerimaan negara subsektor migas terutama PNBP SDA mencapai Rp62,03 triliun atau sebesar 82,72% dari target USD74,99 triliun. "Ini disebabkan adanya kenaikan nilai ICP atau membaiknya harga minyak dunia," ungkapnya.

Baca Juga: Wih, Penerimaan Negara dari Hulu Migas Terus Bertambah Jadi USD9,53 Miliar

Sementara itu, PNBP Fungsional telah mencapai Rp107,91 miliar, di atas target Rp91,15 miliar dan PPh Migas sebesar Rp19,86 triliun.

Adapun lifting migas yang merupakan komponen dalam perhitungan besaran penerimaan negara, hingga triwulan III mencapai 661 MBOPD untuk minyak dan 1003 MBOEPD untuk gas bumi, dengan ICP rata-rata sebesar USD65,17 per barel. 

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini