Negara Kantongi Rp81,9 Triliun dari Migas

Antara, Jurnalis · Senin 25 Oktober 2021 18:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 25 320 2491533 negara-kantongi-rp81-9-triliun-dari-migas-uQO7xkhKk4.jpg Penerimaaan negara subsektor migas capai Rp81,9 triliun (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Penerimaan negara subsektor minyak dan gas bumi (migas) mencapai Rp81,90 triliun hingga September 2021. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sumber daya alam migas telah mencapai Rp62,03 triliun atau setara 82,72% dari target triwulan III akibat membaiknya harga minyak dunia.

Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Alimuddin Baso menjelaskan PNBP fungsional telah mencapai Rp106,91 triliun dan PPh migas sebesar Rp19,86 triliun.

Baca Juga: Wih, Penerimaan Negara dari Hulu Migas Terus Bertambah Jadi USD9,53 Miliar

"Kenaikan harga minyak dunia turut mendongkrak indeks rata-rata minyak mentah Indonesia atau ICP, sehingga mendorong pertumbuhan setoran negara dari sumber daya alam migas hingga 16,4% secara year on year," katanya, Senin (25/10/2021).

Alimuddin menjelaskan kegiatan lifting atau salur migas yang merupakan komponen dari besaran penerimaan negara hingga triwulan III ini telah mencapai 661 MBOPD untuk minyak dan 1.003 MBOEPD untuk gas bumi dengan ICP rata-rata USD65,75 per barel.

Baca Juga: Penerimaan Negara dari Hulu Migas Rp125 Triliun

Pemerintah terus melakukan berbagai upaya peningkatan dan pencapaian lifting migas, di antaranya optimaliasi produksi lapangan eksisting, percepatan transformasi resources menjadi produksi dengan mempercepat pengoperasian lapangan baru, dan pengembangan lapangan-lapangan yang tertunda.

Selanjutnya, pemerintah juga mengoptimalkan pemberian insentif dan monitisasi undeveloped discovery, penerapan teknologi enhanced oil recovery (EOR) pada lapangan-lapangan yang berpotensi menghasilkan migas.

Kemudian, peningkatan cadangan dan produksi migas nasional melalui kegiatan eksplorasi termasuk pelaksanaan komitmen kerja pasti untuk menemukan prospek dan cadangan baru.

"Di samping itu juga dilakukan upaya percepatan proses perizinan dan peningkatan koordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan penyelesaian operasional di lapangan," kata Alimuddin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini