Wih, Penerimaan Negara dari Hulu Migas Terus Bertambah Jadi USD9,53 Miliar

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Selasa 19 Oktober 2021 22:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 320 2488790 wih-penerimaan-negara-dari-hulu-migas-terus-bertambah-jadi-usd9-53-miliar-8ygdHiR8bJ.jpg Penerimaan Negara dari Hulu Migas Meningkat. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat penerimaan negara dari hulu migas mencapai USD9,53 miliar atau 131% dari target sebesar USD7,28 miliar.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, penerimaan negara dari sektor hulu migas mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Salah satunya dampak dari meningkatnya harga minyak dan efisiensi yang dilakukan.

Baca Juga: Penerimaan Negara dari Hulu Migas Rp125 Triliun

"Realisasinya sudah mencapai USD9,53 miliar atau 131% dari target satu tahun," ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (19/10/2021).

Dwi melanjutkan, harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada September 2021 telah mencapai USD72,20 per barel. Sementara harga Brent rata-rata USD74,88 per barel, dan WTI USD71,54 per barel.

Baca Juga: Belum Capai Target, Realisasi Lifting Migas Baru 96% hingga September 2021

"Terjadi kenaikan harga minyak dunia, bahkan harga gas juga. Kami prediksi bahwa harga ini akan mengalami penyesuaian ke depan ketika musim panas di tahun depan. Kami perkirakan akan kembali pada posisi yang selalu kita pakai pada dasar perhitungan, yaitu di USD60 - USD65 per barel," jelasnya.

Adapun realisasi investasi hingga September 2021 mencapai 64% atau USD7,9 miliar dari target sebesar USD12,38 miliar. "Mudah-mudahan aktivitas akhir tahun yang lebih agresif bisa mendekati target investasi yang dicanangkan," kata Dwi.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini