Hasil Investigasi Tabrakan LRT Jabodebek, Inka: Ada Human Error

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Selasa 26 Oktober 2021 18:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 320 2492103 hasil-investigasi-tabrakan-lrt-jabodebek-inka-ada-human-error-H0TgLo3FYD.jpg LRT Jabodebek Tabrakan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT INKA telah melakukan investigasi internal di lokasi terjadinya tabrakan LRT Jabodebek.

Senior Manager PKBL, CSR & Stajeholder Relationship INKA Bambang Ramadhiarto mengatakan, dari hasil investigasi internal, sementara ini ditemukan dugaan adanya human error.

Bambang menyebutkan, pada saat pengujian, seluruh fungsi sarana LRT Trainset No. 29 di lintasan LRT dekat Harjamukti Cibubur dalam kondisi baik. Operator yang melakukan uji gerak (dinamis) LRT diduga tidak segera menjalankan fungsi pengereman ketika menata Trainset No. 29 menuju posisi stabling/parkir.

Baca Juga: 6 Fakta Tabrakan LRT Jabodebek, Diduga Kelalaian Masinis hingga Bos Inka Minta Maaf

“Kejadian ini menurut kami merupakan kecelakaan kerja pada saat proses uji gerak (dinamis) LRT di lintasannya. Uji dinamis sendiri merupakan kelanjutan dari proses produksi LRT yang dilakukan oleh PT INKA sebagai pabrikannya di Madiun," ujar Bambang, pada keterangan tertulisnya, Selasa (26/10/2021).

Menurutnya sebelum LRT dibuka untuk kebutuhan transportasi publik pada tahun 2023 nanti, keseluruhan sistem LRT harus diuji mulai dari fungsi sarana/ keretanya sendiri, lintasan, persinyalan, maupun fungsi-fungsi prasarana lainnya seperti di stasiun-stasiun pemberhentian. Selain itu perangkatnya juga harus terintegrasi.

Baca Juga: Tabrakan LRT Jabodebek, Harga Satu Trainset Capai Rp125 Miliar

Hal ini karena pada saat pengoperasiannya untuk publik, transportasi LRT Jabodebek ini merupakan kesatuan integrasi sistem yang akan berjalan secara otomatis dimana keretanya akan berjalan tanpa masinis (driverless).

Sebelumnya, Tabrakan LRT Jabodebek saat uji coba pada hari ini disebabkan ada human error. Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Inka (Persero) Budi Noviantoro.

Human error tersebut berdasarkan hasil investigasi awal Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Di mana masinis pada saat langsir dengan kecepatannya melebihi standar yang ditetapkan. Baca Juga: Tabrakan LRT Jabodebek, Kecepatan Kereta Diduga Melebihi Batas

"Terindikasi adanya human error di mana masinis pada saat langsir kecepatannya melebihi," kata dia, dalam konferensi pers.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini