Share

DP KPR 0% Diperpanjang, Masyarakat Langsung Beli Rumah?

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Selasa 26 Oktober 2021 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 470 2491815 dp-kpr-0-diperpanjang-masyarakat-langsung-beli-rumah-GxD6ElDRKq.jpg DP 0% Rumah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kebijakan DP 0 persen hingga Desember 2022 akan menggairahkan sektor properti. Lalu masyarakat langsung beli rumah?

Wakil Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Bambang Ekajaya mengatakan, kebijakan DP 0 persen akan mampu meningkatkan minat konsumen untuk membeli properti pada saat ini. Kebijakan ini berlaku untuk semua jenis properti baik rumah tapak, rumah susun, maupun ruko.

"Saat ini sektor properti sudah terlihat ada perbaikan. Dengan banyaknya stimulus pemerintah termasuk insentif dari Bank Indonesia yang memberikan DP 0 persen, hal ini bisa meningkatkan daya beli konsumen terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini," katanya saat diskusi di Market Review, Jakarta, Selasa (26/10/2021).

Baca Juga: DP Rumah dan Kendaraan di Indonesia Masih 0% hingga Desember 2022

Bambang menuturkan, dengan DP 0 persen ini akan meningkatkan nilai pinjaman dan angsuran yang lebih tinggi dari biasanya. Selain itu, bank juga bisa saja melakukan tenor yang lebih panjang.

"DP 0 persen memang sangat menarik karena akan mendorong orang untuk membeli properti. Hanya memang kita lihat pada pelaksanaannya, DP 0 persen ini punya beberapa catatan. Salah satunya, nilai pinjaman akan jauh lebih tinggi kemudian angsuran juga akan jadi lebih tinggi atau kita bisa melakukan tenor yang lebih panjang. Misalnya yang seharusnya 20 tahun menjadi 30 tahun," katanya

Lanjutnya, dengan pemberian tenor yang panjang itu pun tidak serta merta bisa diberikan pada semua orang. Mengingat jangka waktu yang diberikan bisa puluhan tahun. Oleh sebab itu, Eko menyebut, hanya segelintir orang yang bisa mendapatkan fasilitas tersebut.

"Tapi tentu dengan tenor yang panjang tersebut, hanya segelintir konsumen yang punya kapasitas untuk bisa memenuhi persyaratan itu. Di antaranya, misal di mana KPR 30 tahun, yang bersangkutan harus di bawah 30 tahun," katanya.

Mengingat hal itu, Eko bilang, akan menjadi 'lebih baik' jika market ini difokuskan pada market golongan milenial.

Dia menambahkan, dari sisi perbankan sendiri pun juga akan memperhitungkan resiko, sehingga pemberian DP 0 persen itu juga tidak mudah. Artinya, pihak bank akan memperhatikan calon konsumen penuh kehati-hatian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini