Bos Garuda Diduga Jalan-Jalan ke Eropa Pakai Fasilitas Kantor, Karyawan Ngadu ke Erick Thohir

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 27 Oktober 2021 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 320 2492630 bos-garuda-diduga-jalan-jalan-ke-eropa-pakai-fasilitas-kantor-karyawan-ngadu-ke-erick-thohir-uE70nPblIO.jpg Dirut Garuda Diduga Jalan ke Eropa dengan fasilitas Kantor. (Foto: Okezone.com/Garuda Indonesia)

JAKARTA - Serikat Karyawan Garuda Indonesia menduga Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra menggunakan fasilitas perusahaan untuk berlibur ke Amerika dan Eropa. Dugaan itu disampaikan kepada Menteri BUMN Erick Thohir dalam bentuk surat.

Dari surat tersebut, Irfan bersama istri, anak, menantu, dan dua orang cucunya melakukan perjalanan saat menghadiri pertemuan International Air Airport Association (IATA) yang dilaksanakan pada 3-5 Oktober 2021.

Baca Juga: Terancam Pailit dan Digantikan Pelita Air, Intip Sejarah Panjang Garuda Indonesia

Awalnya, Irfan bersama keluarga menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA088, Jakarta-New York via Amsterdam pada 30 September 2021, namun begitu diubah menjadi Jakarta-New York via Incheon/Seoul untuk penerbangan hari sama dengan nomor penerbangan GA878.

Ketua Umum Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia Dwi Yulianta mencatat bahwa penggunaan fasilitas perusahaan sudah diakui Irfan pada saat dilaksanakannya sharing session pada 25 Oktober 2021 lalu.

Baca Juga: Bikin Rugi, Direksi Lama Diminta Diperiksa soal Dugaan Mark Up Leasing Pesawat Garuda Indonesia

"Menyikapi pengakuan Direktur Utama Garuda Indonesia yang disampaikan pada saat sharing session bersama karyawan pada Senin, 25 Oktober 2021, terkait kehadirannya pada undangan pertemuan IATA yang dilaksanakan pada 3-5 Oktober 2021 dan keberangkatan bersama keluarga," tulis Surat tersebut dikutip, Rabu (27/10/2021).

Adapun sejumlah pernyataan Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia diantaranya, pertama, situasi Garuda sangat memerlukan perhatian dari Direktur Utama selama 24 jam. Karena itu, Dirut harus memprioritaskan kepada kondisi keuangan perusahaan.

Kedua, adanya informasi biaya pembatalan (cancelation fee) atas 4 tiket ekonomi promo V Class keluarga Irfan dengan rute semula Jakarta - Amsterdam malah tidak dikenakan biaya pembatalan. Dan tiket tersebut diubah rute menjadi Jakarta - Incheon/Seoul, serta melakukan upgrade 4 tiket ekonomi ke kelas bisnis baik saat keberangkatan maupun kepulangan.

"Kami juga mendapat informasi terkait penerbitan Kartu Member Garuda Indonesia, yaitu GA Miles Platinum VIP terhadap 4 orang keluarga Direktur Utama (anak, menantu dan cucu)," demikian bunyi poin lain surat tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini