JAKARTA - PT AKR Corporindo (AKRA) hingga September 2021, membukukan laba bersih Rp 797 miliar atau tumbuh 20% dibandingkan priode sama tahun lalu senilai Rp 665 miliar. Perseroan mengungkapkan, peningkatan laba ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 24% dari Rp 13,86 triliun menjadi Rp 17,25 triliun.
Selain itu, peningkatan laba juga didukung pengendalian biaya yang ketat. Sedangkan kas yang dihasilkan dari operasi pada periode Januari hingga September 2021 mencapai Rp 2 triliun, meningkat 25% secara tahunan. Neraca tetap kuat dengan net gearing hanya 0,15 kali.
Kata Presiden Direktur AKR Corporindo, Haryanto Adikoesoemo, perseroan berhasil mencapai pertumbuhan pendapatan pada segmen perdagangan dan distribusi yang didukung oleh pertumbuhan volume dan peningkatan harga komoditas. Volume distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan kimia dasar AKR juga meningkat dengan stabil sejak beberapa kuartal terakhir, didukung oleh pemulihan di segmen pelanggan utama.
Baca Juga: Darya Varia Tebar Dividen Rp43,6 Miliar, Catat Jadwalnya
”Kami mendapat kenaikan harga jual saat ini dan akan terus mempertahankan marjin sambil memastikan pengelolaan net open position yang disiplin. Selain itu, kami akan mengendalikan pengeluaran secara ketat, meningkatkan produktivitas dan mempertahankan net gearing yang rendah," ujarnya seperti dikutip Harian Neraca, Kamis (28/10/2021).
Baca Juga: Gelar RUPSLB, BEI Bidik Pendapatan Rp1,5 Triliun pada 2022
Adapun segmen kawasan industri (KEK JIIPE Gresik) mencatat peningkatan kontribusi pada periode kuartal III-2021 ini. Menurut Haryanto, KEK JIIPE Gresik menarik lebih banyak investor dan mendapat kontrak sewa jangka panjang untuk lahan dan infrastruktur serta layanan pendukung dengan anchor tenant yang akan membangun smelter tembaga dan precious metal refinery. Hal ini meningkatkan dan mendiversifikasi sumber pendapatan AKRA.