Share

Investor Milenial Dominasi Pasar Modal, Lulusan SMA Terbanyak

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Jum'at 29 Oktober 2021 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 29 278 2493694 investor-milenial-dominasi-pasar-modal-lulusan-sma-terbanyak-Ig6077pt1O.jpg Investor Milenial BEI (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat milenial masih mendominasi jumlah investor di pasar modal. Data KSEI per 19 Oktober 2021 menunjukan bahwa investor pasar modal Indonesia masih didominasi oleh usia di bawah 30 tahun dan 30—40 tahun dengan jumlah 81,02%.

Hal tersebut sejalan dengan tingkat pendidikan para investor yang didominasi oleh lulusan SMU dengan jumlah 56,54%.

Selain itu, kepemilikan aset investor muda cenderung meningkat dibandingkan akhir Desember 2020. Hal ini memperlihatkan antusiasme investor dalam berinvestasi yang tidak surut di kala pandemi. Dari sisi pekerjaan, 29,61% investor dengan pekerjaan sebagai pegawai, disusul dengan pelajar sebesar 27,21%. Informasi tersebut disampaikan KSEI di Jakarta, seperti dikutip Harian Neraca, Jumat (29/10/2021).

Baca Juga: Naik 489%, Investor Pasar Modal Tembus 6,5 Juta

Kemudian nilai aset yang tercatat di salah satu sistem utama KSEI yaitu sistem C-BEST untuk produk investasi efek hingga 19 Oktober 2021 mengalami peningkatan 23,41% dari Rp4.390,44 triliun menjadi Rp5.418,05 triliun, atau 66,35% dari kapitalisasi pasar.

Nilai aset yang tercatat di sistem utama KSEI lainnya yaitu S-INVEST untuk produk investasi reksa dana hingga 19 Oktober 2021 mengalami penurunan 2,05% dari Rp807,72 triliun menjadi Rp799,26 triliun. Sedangkan jumlah reksa dana tercatat mengalami penurunan dari 2.544 reksa dana menjadi 2.385 reksa dana.

Dalam rangka meningkatkan layanan investasi di pasar modal dan juga mendorong pertumbuhan bisnisnya, KSEI mencanangkan 10 program strategis yang termasuk dalam 24. Di mana untuk memuluskan program tersebut, KSEI telah menanggarkan program kerja dengan anggaran investasi sebesar Rp13 miliar dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan 2022.

Baca Juga: Gelar RUPSLB, BEI Bidik Pendapatan Rp1,5 Triliun pada 2022

Kata Direktur Utama KSEI, salah satu program strategis KSEI adalah rencana pengembangan alternatif penyimpanan dana nasabah pada sub rekening efek (SRE) untuk instrumen efek bersifat ekuitas dan efek bersifat utang dan investor fund unit account (IFUA) untuk instrumen reksa dana.

Program ini merupakan program lanjutan dari tahun 2020 yang bertujuan untuk memberikan alternatif tempat penyimpanan dana dalam rangka penyelesaian transaksi di pasar modal and kegiatan investasi/divestasi reksa dana.

Terkait dengan program strategis ini, KSEI juga telah menjadi salah satu calon peserta BI-FAST, yang merupakan infrastruktur sistem pembayaran ritel nasional yang lebih efisien yang dikembangkan oleh Bank Indonesia.

Melanjutkan kesuksesan implementasi EASY.KSEI dalam memfasilitasi pemberian kuasa dan suara pemegang saham secara elektronik dalam RUPS, KSEI berencana untuk melakukan pengembangan lebih lanjut agar dapat juga digunakan untuk rapat umum pemegang efek bersifat utang dan unit penyertaan. Sampai dengan akhir September 2021, EASY.

KSEI telah digunakan oleh 727 emiten dari 750 emiten saham yang ada di pasar modal. 727 Emiten tersebut telah mengadakan sebanyak 2.166 RUPS yang dihadiri 20.200 investor, dimana 71% investor memberikan kuasa kehadiran melalui EASY.KSEI.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini