Harga Batu Bara Melonjak, Pengusaha Minta Pemerintah Intervensi

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Jum'at 29 Oktober 2021 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 29 320 2493714 harga-batu-bara-melonjak-pengusaha-minta-pemerintah-intervensi-JZxpKeQ2pg.jpg Harga Batu Bara Melonjak. (Foto: okezone.com)

JAKARTA - Pengusaha meminta pemerintah melakukan intervensi terhadap lonjakan harga batu bara di tingkat global dengan menetapkan harga khusus. Kendati harga 'si batu hitam' di tingkat global mulai mengalami koreksi dalam beberapa waktu terakhir, namun harga saat ini dinilai masih berada di fase tertingginya.

Selama ini kebijakan capping harga batu bara Domestic Market Obligation (DMO) sebesar USD70 per metrik ton hanya ditujukan untuk sektor kelistrikan umum atau hanya untuk PLN saja, mengingat konsumsi batu bara domestik untuk sektor listrik mencapai 70-80%.

Baca Juga: Ada Kelangkaan Batu Bara, Pasokan Listrik PLN Gimana?

Alhasil, saat harga batu bara global menguat, banyak industri non-kelistrikan seperti semen, petrokimia, tekstil dan lainnya mengalami kesulitan.

Mengantisipasi hal itu, pemerintah berencana menerapkan harga DMO batu bara untuk sektor non-listrik. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mewacanakan ada penyesuaian harga hual dan kebutuhan batu bara untuk industri selain kelistrikan, khususnya industri semen.

Baca Juga: Harga Batu Bara Meroket hingga USD200/Ton, Pasokan Listrik RI Gimana?

"Kami pemerintah dan asosiasi sepakat untuk mencari formula pasokan batu bara untuk semen. Pertama agar bisa memfasilitasi industri semen untuk terus beroperasi dengan kondisi wajar dan kedua dari penambangnya dapat memasok harga jual dan kualitas yang dapat dipenuhi penambang," kata Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batu Bara Kementerian ESDM, Sujatmiko, Jumat (29/10/2021). 

Namun dari sisi penambang, pemerintah dinilai perlu memanfaatkan lonjakan harga komoditas ini untuk menambah penerimaan negara.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI), Hendra Sinadia mengatakan bahwa jika rumusan tersebut diterapkan untuk sektor industri tetapi tidak ada penyesuaian untuk penambang, maka dapat memberatkan para pelaku usaha

"Kalau ada subsidi harga, dalam hal ini harga khusus untuk industri tertentu, maka dari sisi negara akan mengurangi penerimaan negara, di mana negara sebenarnya bisa memanfaatkan berkah harga komoditas yang berlaku sementara ini," kata Hendra.

Hendra meminta pemerintah perlu mempertimbangkan nasib penambang dan berharap agar harga khusus batu bara ini tidak diterapkan di seluruh industri.

"Kami melihat, jika subsidi atau insentif diberikan kepada industri tertentu, kami sebagai pelaku usaha di batu bara juga perlu disupport, dan harga domestik tadi yg merupakan pengorbanan kami untuk sektor kelistrikan juga perlu juga dipertimbangkan. Sehingga kalau ditetapkan lagi di seluruh industri harga khusus ini akan memberatkan kami, apalagi kemungkinan ke depan harga akan terkoreksi." pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini