RI Pensiunkan PLTU Batu Bara, Sri Mulyani: Butuh Rp426 Triliun

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 03 November 2021 20:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 03 320 2496312 ri-pensiunkan-pltu-baru-bara-sri-mulyani-butuh-rp426-triliun-7gB9hcs6Zr.jpg Sri Mulyani (Foto: Dok Kemenkeu)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, di sektor energi Indonesia akan membuka peluang investasi untuk melakukan pensiun dini atau early retirement dari pembangkit batu bara. Kemudian bertransisi ke energi terbarukan.

"Indonesia telah mengidentifikasi terdapat 5,5 GW PLTU batu bara yang bisa masuk dalam proyek ini dengan kebutuhan pendanaan sebesar USD25 miliar-USD30 miliar (Rp426 triliun) selama delapan tahun ke depan," kata Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (3/11/2021).

Baca Juga: Selamat Tinggal! RI Pensiunkan Pembangkit Listrik Batu Bara Mulai 2025

Saat ini Indonesia terus berkomitmen dalam penanggulanan isu perubahan iklim. Kehadiran Presiden Joko Widodo dalam Konferensi Tingkat Tinggi Pemimpin Dunia Conference of the Parties (COP) 26 United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) di Glasgow Inggris Raya mempertegas komitmen Indonesia untuk menjadi bagian dari solusi atas isu perubahan iklim.

Sri Mulyani menjelaskan, pada tahun 2016, pemerintah Indonesia telah meratifikasi Paris Agreement yang didalamnya terdapat komitmen Nationally Determined Contribution (NDC).

"Komitmen tersebut menjadi bagian dari dokumen perencanaan pembangunan nasional 2020-2024 dan menjadikan penanganan perubahan iklim sebagai salah satu agenda prioritas nasional," katanya.

Sri Mulyani mengatakan, mencegah kenaikan suhu lebih dari 1,5 derajat celcius sebagaimana komitmen global. Pertama, kehutanan yang berkontribusi terhadap pengurangan 615 juta ton setara CO2. Kedua, sektor energi yang menyumbang lebih dari 400 juta ton setara CO2. Ketiga, pengelolaan sampah.

“Kami ingin menjadi negara yang bertanggung jawab di dunia,” katanya.

Bahkan pada dokumen update NDC tahun 2021, melalui long term strategy – low carbon and climate resilience, Indonesia telah menargetkan untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) di tahun 2060 atau lebih awal. Menkeu menganggap target tersebut bukanlah tekanan dunia karena semua dunia menghadapi masalah perubahan iklim. Terlebih Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki konsekuensi tidak dapat mencegahnya.

“Bagi kami ini adalah tanggung jawab kami. Tapi tentu saja, kita juga harus melihat komitmen secara global,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini