Share

Tegas! 116 Pinjol Ilegal Ditutup

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 04 November 2021 08:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 04 320 2496437 tegas-116-pinjol-ilegal-ditutup-r69A0Tq67k.jpg Praktik Pinjol ilegal marak di kalangan masyarakat (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Ratusan perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal kembali ditutup. Satgas Waspada Investasi menutup 116 entitas pinjol ilegal yang ditemukan dalam patroli siber.

Ratusan pinjol ilegal tersebut masih beroperasi di internet dan aplikasi di jaringan telekomunikasi seluler. Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing mengatakan selain menutup operasional pinjol ilegal, Kemenkominfo juga telah menyampaikan daftar pinjol ilegal tersebut kepada pihak Kepolisian untuk ditindaklanjuti secara hukum.

Baca Juga: Sebelum Tewas Gantung Diri, Ibu Korban Pinjol di Cinere Sempat Pinjam Rp12 Juta ke Saudaranya

“Kami terus melakukan siber patrol dan menutup aplikasi dan website pinjol ilegal yang masih beroperasi, agar masyarakat tidak menjadi korban,” kata Tongam di Jakarta, Kamis (4/11/2021).

SWI juga mendukung tindakan tegas Kepolisian RI yang telah menangkap sejumlah pelaku pinjol ilegal di berbagai daerah karena tanpa penangkapan pelakunya, operasional pinjol ilegal masih akan muncul dengan mengubah nama atau membuat aplikasi baru.

Baca Juga: 11 Pinjaman Uang yang Bisa Dicicil Secara Bulanan

“Tindakan tegas terhadap pelaku tindak pidana pinjol ilegal ini harus terus dilakukan untuk melindungi masyarakat,” kata Tongam.

Tongam juga mendukung pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI, Mahfud MD yang menyatakan bahwa perjanjian pinjol ilegal dalam beroperasi dinyatakan tidak sah dan tidak memenuhi syarat perjanjian yang benar.

Menurutnya, jika masyarakat sudah menjadi korban pinjol ilegal dan mendapatkan ancaman serta teror kekerasan diminta untuk segera melapor ke Kepolisian.

Satgas Waspada Investasi akan terus berupaya memberantas pinjol ilegal ini dengan cara mengungumkan entitas injol ilegal kepada masyarakat.

Mengajukan blokir website dan aplikasi secara rutin kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Memutus akses keuangan dari pinjol ilegal seperti menyampaikan imbauan kepada perbankan untuk menolak pembukaan rekening tanpa rekomendasi OJK dan melakukan konfirmasi kepada OJK untuk rekening existing yang diduga digunakan untuk kegiatan pinjol ilegal.

Meminta Bank Indonesia untuk melarang fintech payment system memfasilitasi pinjol ilegal. Menyampaikan laporan informasi kepada Bareskrim Polri untuk proses penegakan hukum. Peningkatan peran Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) untuk pemberantasan pinjol ilegal. Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat secara berkelanjutan agar menggunakan Fintech Peer-To-Peer Lending yang terdaftar dan berizin OJK.

Sejak tahun 2018 sampai Oktober 2021 ini SWI sudah menutup sebanyak 3.631 pinjol legal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini