Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IHSG Gonjang-ganjing karena The Fed Lakukan Tapering, Apa Itu?

Sevilla Nouval Evanda , Jurnalis-Jum'at, 05 November 2021 |11:16 WIB
IHSG Gonjang-ganjing karena The Fed Lakukan Tapering, Apa Itu?
IHSG (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) akan mulai mengurangi pembelian aset atau tapering off pada akhir November 2021.

Kebijakan ini akan memberikan dampak ke pasar keuangan, termasuk pasar modal Indonesia. Tidak dapat dipungkiri, gerak IHSG dihantui sentimen tapering.

Tapering off dianggap sebagai fenomena besar. Meski begitu, masih banyak yang belum tahu pasti, apa itu tapering dan apa dampaknya pada perekonomian?

Head of Investment Reswara Gian Investa, Kiswoyo Adi mengatakan, istilahnya Amerika Serikat (AS) pada situasi sebelumnya sedang melakukan cetak uang besar-besaran.

"Kemarin-kemarin, itu cetak duit USD120 miliar setiap bulannya," jelas Kiswoyo kepada Okezone.

Baca Juga: Tak Lagi Dibuat Galau, The Fed Umumkan Tapering Akhir November Jadi Angin Segar bagi Investor

Menurut dia, tapering off ini berarti AS mengurangi pencetakan uang itu dengan catatan perekonomian mereka membaik. Kemudian, pengurangan itu juga dilakukan secara bertahap.

"Kemarin sudah diputuskan dikurangi USD15 miliar setiap bulan turun terus sampai akhirnya jadi nol. Setelah jadi nol pun suku bunga tidak akan langsung naik, jadi suku bunga akan didiamkan dulu selama tiga sampai enam bulan. The Fed juga sudah mengatakan bahwa tahun depan suku bunga enggak naik, kok," tambah Kiswoyo, menanggapi kekhawatiran akan naiknya suku bunga akibat tapering.

Sementara itu, analis pasar modal Reza Priyambada menyebut, tapering off adalah salah satu kebijakan The Fed untuk mengurangi stimulus ekonominya. Menurut Reza, skema stimulus di AS yaitu pemerintah melalui departemen keuangannya mengeluarkan surat obligasi negara.

"Setelah dia mengeluarkan obligasi negara, oleh The Fed dibeli obligasi tersebut di Amerika sana, itu Bank Sentralnya bisa beli surat utang negara," ungkap Reza kepada Okezone.

Berdasarkan penjelasan Reza, stimulus pembelian aset itu harus dikurangi saat perekonomian AS membaik karena ekonomi sudah bisa mandiri. "Itulah yang disebut tapering, jadi mengurangi pemberian stimulus melalui pengurangan pembelian surat utang negara," tambah Reza.

Dia juga menambahkan, tapering diibaratkan seperti orang tua yang perlahan mengurangi uang jajan anaknya ketika anak tersebut mulai bisa mandiri dalam mencari uang. "Waktu kecil, uang jajan 'kan dikasih orang tua. Begitu kita sudah bisa cari kerja sendiri, uang jajan dikurangi. Sama (seperti tapering off The Fed)," kata Reza.

Kedua analis menganggap, tapering off yang dilakukan The Fed sebenarnya memberikan dampak positif. Kiswoyo menyebut, tapering yang dilakukan saat ekonomi AS pulih pada dasarnya bagus untuk semua pihak.

"Sebenarnya bagus buat semuanya. Kenapa? ... Jadi penduduk Amerika itu kalau belanja banyak banget. Otomatis mereka akan beli barang dari mana-mana. Sehingga, ekonomi Amerika yang sudah membaik, yang menandakan The Fed mulai mengurangi cetak duitnya, itu bagus untuk ekonomi dunia secara keseluruhan," jelas Kiswoyo.

Reza Priyambada mengatakan, pengurangan stimulus memang selalu dianggap negatif oleh pasar. Pasalnya, stimulus berarti memberikan tambahan dana pada perekonomian.

Ketika stimulus dikurangi, pasar akan bereaksi negatif dengan pandangan ragu akan perkembangan ekonomi tanpa stimulus. "Harusnya pengurangan stimulus yang diikuti dengan membaiknya ekonomi itu akan membuat ekonomi jadi lebih sehat," kata Reza.

Reza menganggap, tapering off The Fed tidak akan memberikan dampak negatif langsung pada perekonomian negara-negara, khususnya di Indonesia. Justru, reaksi negatif pasar yang berlebihan yang akan memberikan pengaruh. Misalnya, pelaku pasar yang ramai-ramai menjual asetnya karena panik. Hal itu bisa berdampak pada perekonomian dalam negeri.

"Karena penjualan itu terjadi (secara) masif, maka obligasi di (negara) kita kan berkurang. Nah, ketika turun, ada pihak-pihak yang memanfaatkan penurunan tersebut untuk mengambil posisi," kata Reza.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement