Share

Jumlah Pesawat Berkurang, Ini Penjelasan Garuda Indonesia

Anggie Ariesta, Jurnalis · Senin 08 November 2021 11:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 08 278 2498336 jumlah-pesawat-berkurang-ini-penjelasan-garuda-indonesia-WWSvgFRxVo.jpg Garuda Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyatakan bahwa pada bulan Juni 2021 jumlah pesawat yang disewa sebanyak 136 dan sebanyak 43 serviceable. Kemudian per Agustus 2021, Garuda menyampaikan memiliki 129 pesawat sewa dan 53 pesawat masih dapat dioperasikan.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Manajemen Garuda Indonesia menyebut penurunan jumlah pesawat sewa disebabkan oleh pengembalian beberapa pesawat kepada Lessor (early termination).

Perusahaan merinci jumlah pesawat sewa sebanyak 119 yang saat ini masih digunakan untuk operasional perseroan, selain pesawat milik sendiri sebanyak 6 armada. Rinciannya sebagai berikut:

Baca Juga: Kehilangan Banyak Armada, Kini Garuda Hanya Punya Pesawat Segini! 6 Milik Sendiri Sisanya Sewa

- B737-800 sebanyak 57 pesawat

- CRJ1000 sebanyak 18 pesawat

- ATR72-600 sebanyak 13 pesawat

- B777-300 sebanyak 10 pesawat

- A330-300 sebanyak 11 pesawat, disamping 6 pesawat milik Perseroan

- A330-200 sebanyak 7 pesawat

- A330-900 sebanyak 3 pesawat.

"Adapun saat ini Perseroan terus melakukan renegosiasi sewa pesawat kepada Lessor sebagai bagian dari upaya restrukturisasi Perseroan," tulis manajemen GIAA dikutip Senin (8/11/2021).

Baca Juga: 3 Penyebab Utang Garuda Indonesia Tembus Rp100 Triliun

Lebih lanjut, manajemen juga menyampaikan bahwa status pesawat yang saat ini tidak digunakan untuk operasional adalah dalam proses maintenance atau perawatan sesuai prosedur yang berlaku.

Disisi lain, mengenai perkembangan proses restrukturisasi utang sampai dengan saat ini, Perseroan mengingat fase turnaround diperkirakan akan berlangsung hingga akhir tahun 2021.

"Komunikasi dengan para kreditur secara berkesinambungan terus dilakukan oleh Perseroan, parallel dengan penyelesaian rencana restrukturisasi yang saat ini tengah difinalkan bersama dengan para konsultan yang ditunjuk," jelas manajemen.

Sebelumnya, Garuda telah menjelaskan kebenaran atas pemberitaan terkait harga sewa pesawat yang lebih mahal dari harga normal tersebut. Garuda menjawab bahwa harga sewa pesawat Perseroan pada dasarnya didasari oleh nilai sewa yang berlaku di tahun dimana pesawat tersebut diakuisisi dengan mempertimbangkan jangka waktu sewa, tahun pembuatan, dan konfigurasi pesawat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini