Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Betah di Zona Hijau, IHSG Sesi I Menguat ke 6.627

Dinar Fitra Maghiszha , Jurnalis-Senin, 08 November 2021 |12:14 WIB
Betah di Zona Hijau, IHSG Sesi I Menguat ke 6.627
IHSG Sesi I Menguat (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada penutupan perdagangan sesi I. Siang ini, IHSG menguat 45,7 poin (0,70%) ke level 6.6.27,579

Pada perdagangan sesi I, Jakarta, Senin (8/11/2021), terdapat 269 emiten menguat, 224 yang melemah, dan 174 lainnya stagnan. Total transaksi mencapai Rp6,3 triliun dari 11,7 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

Menyusul IHSG, beberapa indeks juga ikut menguat seperti indeks LQ45 naik (0,38%) di 951,60, JII (0,20%) di 566,56, IDX30 (0,37%) di 505,66, dan MNC36 (0,42%) di 322,87.

Beberapa indeks sektoral yang terdongkran naik seperti: bahan baku (0,34%), energi (0,38%), keuangan (1,81%), konsumsi siklikal (0,47%), konsumsi non-siklikal (0,07%), industri (1,29%), infrastruktur (0,02%), dan transportasi (1,59%).

Sedangkan yang tertekan yakni kesehatan (-0,15%) properti (-0,85%), dan teknologi (-0,70%)

Sementara itu, saham-saham top gainers adalah: PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) naik (25,52%) di Rp182, PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) melesat (24,52%) di Rp2590, dan PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) menguat (17,95%) di Rp230.

Adapun saham saham yang masuk top losers antara lain, PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) melemah (-5,85%) di Rp386, PT Cashlez Wordlwide Indonesia Tbk (CASH) turun (-5,59%) di Rp304, dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) merosot (-5,52%) di Rp8125.

Equity Analyst NH Korindo Sekuritas Putu Cantika memaparkan bahwa penguatan indeks mendapat sentimen dari domestik maupun mancanegara.

Cika panggilan akrabnya menyatakan bahwa katalis domestik mengacu pada antisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi sebesar 3,5% mengingat kenaikan kasus Covid-19 pada kuartal ketiga.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement