Share

Wall Street Akhirnya Turun setelah Berhari-hari Cetak Rekor

Anggie Ariesta, Jurnalis · Rabu 10 November 2021 05:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 10 278 2499382 wall-street-akhirnya-turun-setelah-berhari-hari-cetak-rekor-rnk5d81AWm.jpg wall Street Menurun. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat. Sebenarnya pasar saham sudah mencetak rally rekor penutupan tertinggi berturut-turut, tapi kekhawatiran atas inflasi memicu aksi jual luas.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 112,24 poin atau 0,31% menjadi 36.319,98. S&P 500 kehilangan 16,45 poin, atau 0,35% menjadi 4.685,25 dan Nasdaq Composite turun 95,81 poin, atau 0,6%, menjadi 15.886,54.

Baca Juga: UU Infrastruktur AS Disahkan, Wall Street Melesat

Ketiga indeks saham utama AS melemah, menandai akhir dari delapan sesi penutupan tertinggi sepanjang masa yang ditetapkan oleh S&P 500 dan Nasdaq. Lima dari 11 sektor utama S&P 500 pun mengakhiri sesi di zona merah, dengan sektor konsumen turun 1,4% atau persentase penurunan terbesar.

Kepala Strategi Pasar LPL Financial North Carolina, Ryan Detrick mengatakan, Wall Street telah melakukan perjalanan yang luar biasa, jadi terkoreksi sedikit adalah hal yang normal.

"Ini adalah pengingat bahwa saham tidak bisa naik setiap hari. Kami melihat beberapa kelemahan oversold hari ini, tidak ada yang terlalu mengkhawatirkan,” katanya, dilansir dari Reuters, Rabu (10/11/2021).

Baca Juga: Wall Street Cetak Rekor Tertinggi, Terima Kasih Pfizer

Laporan harga produsen (PPI) dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan inflasi terus naik dan tantangan pasokan tenaga kerja mengirim pertumbuhan harga lebih jauh melampaui target inflasi tahunan rata-rata 2% Federal Reserve AS.

Laporan CPI juga akan diteliti untuk petunjuk mengenai sejauh mana harga produsen diteruskan ke konsumen, yang pengeluarannya mewakili sekitar 70% dari ekonomi AS.

Menurut Refinitiv, garis akhir untuk musim pendapatan kuartal ketiga sudah di depan mata, dengan 445 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan. Dari jumlah tersebut, 81% telah mengalahkan konsensus.

Saham General Electric Co melonjak 2,6% menyusul pengumuman konglomerat industri berusia 129 tahun bahwa mereka akan dipecah menjadi tiga perusahaan publik terpisah untuk menyederhanakan bisnisnya.

Sedangkan Tesla Inc anjlok 12,0%, membebani sektor konsumen dan memperpanjang kerugiannya setelah jajak pendapat Elon Musk di Twitter yang mengusulkan untuk menjual sepersepuluh dari kepemilikannya mengumpulkan 57,9% suara mendukung penjualan saham Tesla Inc.

Lantas menimbulkan pertanyaan apakah Elon Musk melanggar kesepakatan dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini