Wall Street Mixed, Indeks S&P 500 dan Nasdaq Kompak Menguat

Antara, Jurnalis · Jum'at 12 November 2021 06:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 12 278 2500542 wall-street-mixed-indeks-s-p-500-dan-nasdaq-kompak-menguat-1Np4zxJvlU.jpg Wall Street ditutup mixed (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Wall Street ditutup mixed pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Bursa saham AS bergerak dua arah dengan indeks S&P 500 ditutup sedikit lebih tinggi dan pembuat chip membantu mendorong Nasdaq ke zona hijau.

Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 158,71 poin atau 0,44%, menjadi menetap di 35.921,23. Indeks S&P 500 naik tipis 2,56 poin atau 0,06% menjadi berakhir di 4.649,27 poin. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 81,58 poin atau 0,52%, menjadi ditutup pada 15.704,28 poin.

Baca Juga: UU Infrastruktur AS Disahkan, Wall Street Melesat

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor material dan teknologi masing-masing menguat 0,85% dan 0,53%, memimpin kenaikan. Sedangkan sektor utilitas tergelincir 0,6%, merupakan kelompok berkinerja terburuk.

Walt Disney Co, jatuh setelah laporan perolehan labanya mengecewakan, menyeret Dow ke zona merah.

Pasar obligasi ditutup untuk memperingati Hari Veteran, dan dengan tidak adanya data ekonomi dan dengan musim laporan keuangan perusahaan kuartal ketiga mereda, ada beberapa katalis untuk menggerakkan pasar di kedua arah.

Baca Juga: Wall Street Anjlok, 3 Indeks Utama Merugi

“Hari-hari seperti hari ini benar-benar sulit untuk dinilai karena Anda pada dasarnya memiliki setengah pasar yang tutup,” kata Peter Tuz, presiden Chase Investment Counsel di Charlottesville, Virginia. “Peristiwa perusahaan dan industri tertentu mendorong pasar saat ini.”

"Akan ada lebih banyak perdagangan besok daripada hari ini, jadi kami harus menunggu dan melihat apa yang akan terjadi," tambah Tuz.

Investor lebih menyukai saham-saham pertumbuhan (growth stocks) daripada saham yang dipersepsikan murah karena harganya di bawah nilai intrinsiknya (value stocks), serta smallcaps dan chips yang sensitif secara ekonomi mengungguli pasar yang lebih luas.

Indeks Philadelphia SE Semiconductor terangkat 1,9%, bangkit kembali dari sesi terburuknya dalam lebih dari enam minggu, didorong oleh kenaikan di Nvidia Corp setelah broker Susquehanna menaikkan target harga pembuat chip tersebut.

Pelaku pasar mempertimbangkan data inflasi baru-baru ini, yang menunjukkan bahwa gelombang lonjakan harga-harga saat ini karena tantangan pasokan global yang kronis dapat memiliki lebih banyak daya tahan dari yang diperkirakan banyak orang - termasuk Federal Reserve AS.

Dengan data sentimen konsumen yang diharapkan besok dan serangkaian pengecer yang akan melaporkan pendapatan kuartalan selama beberapa minggu ke depan, fokus beralih ke belanja konsumen saat musim belanja liburan mendekat.

Saham Walt Disney Co merosot 7,1% dan merupakan hambatan terberat pada indeks Dow menyusul rilis pendapatan yang mengecewakan, di mana perusahaan media itu melaporkan kekurangan pelanggan streaming dan pendapatan taman hiburan.

Saham pembuat mobil listrik Rivian Automotive Inc melejit 22,1% sehari setelah ditutup 29,1% di atas harga penawarannya dalam debutnya sebagai perusahaan publik. Saham Rival Lucid Group Inc juga melonjak 10,4%.

Tetapi Tesla Inc tergelincir 0,4% setelah berita bahwa CEO Elon Musk menjual sekitar 5 miliar dolar AS saham di perusahaan selama beberapa hari terakhir, mengikuti jajak pendapat Twitter yang terkenal tentang apakah ia harus melepaskan 10% sahamnya di perusahaan yang ia dirikan.

Dillard's Inc melonjak 10,0% setelah dengan mudah mengalahkan perkiraan laba dan pendapatan kuartalan. Rekannya department store Macy's Inc dan Nordstrom Inc, yang belum melaporkan hasil kuartalan, naik antara 2,0% dan 3,6%.

Tapestry Inc melonjak 8,4% setelah perusahaan aksesoris fesyen mewah itu meningkatkan perkiraan penjualan tahunannya dan mengumumkan rencana pembelian kembali saham senilai 1 miliar dolar AS.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 9,61 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,91 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini