5 Fakta Mengejutkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dibiayai Negara

Ahmad Hudayanto, Jurnalis · Sabtu 13 November 2021 06:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 12 320 2500709 5-fakta-mengejutkan-kereta-cepat-jakarta-bandung-dibiayai-negara-lF3aDPHR2G.jpg Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. (Foto: Okezone.com/Michelle)

JAKARTA – Pemerintah akhirnya memberi biaya bantuan untuk proyek kereta cepat Jakarta–Bandung (KCJB). KCJB merupakan proyek pemerintah yang dikerjakan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dari 2015 yang lalu.

Menurut KCIC proyek kereta cepat tersebut ditargetkan selesai pada akhir 2022, yang mana meleset dari target awalnya yaitu akhir 2021.

Baca Juga: 111 Ton Besi Proyek Kereta Cepat Dicuri, Benarkah Ada Keterlibatan Orang Dalam?

Okezone telah merangkum fakta mengenai proyek kereta cepat yang akhirnya dibiayai negara, Sabtu (13/11/2021).

1. Kemenkeu Berikan PMN ke KAI

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada BUMN, salah satunya PT Kereta Api Indonesia (KAI).

2. Modal Rp6,9 Triliun

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, mengatakan modal kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI sebesar Rp6,9 triliun. Adapun, sebesar Rp4,3 triliun dari total dana tersebut ditujukan untuk proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung (KCJB). Dan Rp2,6 triliun untuk LRT Jabodebek.

Baca Juga: 111 Ton Besi Proyek Kereta Cepat Dicuri, Konstruksi Aman?

3. Tujuan PMN

Sri Mulyani mengatakan, pemberian PMN ini untuk mendapatkan penugasan pemerintah dalam pembangunanan infrasturktur.

"PMN akan memperkuat struktur permodalan BUMN atau lembaga yang mendapatkan penugasan pemerintah atau mendapatkan dampak saat Covid-19 dengan kinerja keuangan," kata Sri Mulyani dalam rapat virtual dengan DPR, Senin (8/11/2021).

4. KCJB Gunakan Skema Business to Business

Menkeu menambahkan pemenuhan kekurangan anggaran dipenuhi oleh KAI lantaran proyek KCJB menggunakan skema business to business. Lantaran, hal itu tidak bisa dilakukan KAI lantaran keuangan perseroan terpuruk akibat pandemi.

"Ini proyek KCJB bisnis to bisnis harusnya bumn memeuhi kewajiban tapi Kereta Api terperosok keuangannya karena Covid-19," tandasnya.

5. Besi di Proyek Kereta Cepat Dicuri

Pencurian besi proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung seberat 111 ton menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya, dalam kasus pencurian tersebut diduga ada Keterlibatan orang dalam yang membantu kelima tersangka saat menjalankan aksinya.

Koordinator Corporate Communication PT Wika, Fekum Ariesbowo mengutarakan bahwa saat ini pihaknya belum bisa memastikan ihwal dugaan tersebut. "Saat ini masih dalam investigasi polisi, jadi belum bisa memberikan jawaban lebih lanjut," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini