RI Jadi Tuan Rumah Presidensi G20, Sri Mulyani: Buka 3.000 Lapangan Kerja

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 12 November 2021 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 12 320 2500732 ri-jadi-tuan-rumah-presidensi-g20-sri-mulyani-buka-3-000-lapangan-kerja-ophh6i2zFe.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com/Kemenko Perekonomian))

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan beberapa manfaat Indonesia menjadi anggota G20 hingga menjadi Presidensi G20.

G20 merupakan forum yang merepresentasikan 80% ekonomi dunia (GDP), 75% volume perdagangan internasional, dan 60% dari populasi dunia.

Baca Juga: Presidensi G20 Bakal Sumbang Rp7,6 Triliun untuk Ekonomi RI

"Dengan demikian, G20 yang terdiri dari 19 negara dan Uni Eropa memiliki peran strategis dan signifikan dalam menentukan perkembangan perekonomian dunia," ujar Sri dalam akun Instagram resminya @smindrawati pada Jumat(12/11/2021).

Selain itu, G20 juga menjadi forum internasional yang berperan penting dalam menyusun standar, prinsip, dan panduan kebijakan untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi di dunia.

Baca Juga: Presidensi G20 di Indonesia, Intip Persiapan dari Kemenkeu

"Sebagai tuan rumah Presidensi G20 2022, Indonesia akan mengangkat isu pemulihan ekonomi yang tidak seimbang di dunia (uneven recovery) sebagai salah satu topik utama," tambah Sri.

Hal ini merepresentasikan global leadership dari Indonesia untuk menyuarakan kepentingan negara berpenghasilan rendah dan negara berkembang, termasuk Indonesia, dalam tataran dunia.

"Presidensi Indonesia akan menyelenggarakan kurang lebih 150 pertemuan di berbagai kota di Indonesia. Apa artinya? Ini potensi yang sangat baik karena akan membuka 3.000 lapangan pekerjaan, dan meningkatkan konsumsi domestik sebesar USD119,2 juta. Hal ini akan berkontribusi pada PDB Indonesia sebesar USD533 juta," jelas Sri.

Dia menyebutkan, presidensi G20 ini juga dapat menjadi forum bagi Indonesia untuk menunjukkan keberhasilan Indonesia dalam menangani pandemi dan melakukan reformasi struktural untuk membangun pondasi ekonomi yang lebih kuat dan baik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini