Share

Siap-Siap! 29 Perusahaan 'Serbu' BEI Cari Dana Segar di Pasar Modal

Antara, Jurnalis · Selasa 16 November 2021 13:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 16 278 2502554 siap-siap-29-perusahaan-serbu-bei-cari-dana-segar-di-pasar-modal-3jRBkUA6S0.jpg 29 Perusahaan akan IPO (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Sebanyak 29 perusahaan akan masuk ke bursa melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di penghujung tahun ini. Saat ini 29 perusahaan tersebut dalam proses evaluasi untuk dapat tercatat di tahun ini atau paling lambat di awal 2022.

"Pertumbuhan positif ini telah mengantarkan jumlah perusahaan di bursa mencapai 752 perusahaan dan kami ekspektasikan untuk terus bertumbuh seiring dengan masih banyaknya calon perusahaan yang akan melakukan IPO," ujar Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi, Selasa (16/11/2021).

Baca Juga: Produsen Cat Tembok Avian Mau IPO, Bidik Rp5,7 Triliun

Inarno menyampaikan situasi pandemi tidak menyurutkan minat perusahaan untuk masuk ke pasar modal. Hingga 12 November 2021, terdapat 40 perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya di bursa dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp32,3 triliun, tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Jika dibandingkan dengan bursa ASEAN lainnya, Indonesia masih menjadi bursa dengan jumlah IPO terbanyak di ASEAN dan terus mencatatkan tren positif dalam lima tahun terakhir.

Baca Juga: Mitratel Bidik Dana IPO Rp24 Triliun, Bisnis Menara Diprediksi Moncer di Era 5G

"Selain itu, jika dilihat melalui pertumbuhan jumlah perusahaan tercatat, Indonesia juga memiliki jumlah pertumbuhan tertinggi yang mencapai hampir 40% dibandingkan bursa ASEAN lainnya," kata Inarno.

Menurut Inarno, menuju akhir 2021, pasar modal Indonesia relatif telah pulih. Selain pertumbuhan perusahaan tercatat, pasar modal domestik juga mencatatkan rekor dari sisi perdagangan dan pertumbuhan jumlah investor.

Pada 11 November 2021 lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan rekor tertinggi baru di level 6.691 diikuti dengan kapitalisasi pasar dengan nilai total Rp8.215 triliun. Selain itu, rata-rata nilai transaksi meningkat 45% menjadi Rp13,4 triliun per hari, diikuti dengan peningkatan frekuensi perdagangan 91% menjadi 1,3 juta transaksi per hari serta peningkatan volume perdagangan 76% menjadi 20 miliar saham per hari.

Hingga akhir Oktober 2021, investor pasar modal telah mencapai 6,7 juta investor atau tumbuh 7,5 kali lipat sejak 2016. Di antara investor pasar modal tersebut, investor saham mengalami peningkatan pesat sebanyak 1,4 juta investor menjadi 3 juta investor atau tumbuh 5,7 kali lipat sejak 2016.

Peningkatan tersebut turut diikuti dengan jumlah investor yang aktif bertransaksi. Pada periode yang sama, terdapat peningkatan 111 ribu investor aktif menjadi 200 ribu investor aktif setiap harinya.

"Selanjutnya tahun 2020 yang lalu merupakan tahun kebangkitan investor ritel domestik. Jumlah kepemilikan investor saham telah mencapai 14%, artinya sebanyak 3 juta investor ritel memiliki 1.116 triliun saham atau rata-rata Rp368 juta per investor. Terakhir, investor ritel juga berhasil merajai transaksi bursa di 2021 dengan porsi transaksi mencapai 57%," ujar Inarno.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini