Sri Mulyani Minta BEI Jadi Platform Perdagangan Karbon Kredibel dan Diakui Dunia

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 16 November 2021 16:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 16 278 2502687 sri-mulyani-minta-bei-jadi-platform-perdagangan-karbon-kredibel-dan-diakui-dunia-UIKMhSDRIj.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan tugas untuk Bursa Efek Indonesia (BEI). Tugas itu untuk meningkatkan peran dalam mengatasi perubahan iklim.

Bahkan tidak hanya di sektor industri konvensional, melainkan juga di sektor keuangan dan investasi. Seperti melalui pasar modal bisa menjadi platform perdagangan karbon yang kredibel dan diakui dunia.

"Kita akan sangat tergantung kepada Bursa Efek Indonesia, akan menjadi platform untuk perdagangan, yang saya harap akan membangun dan mengantisipasi, sehingga perdagangan karbon menjadi Kredibel dan diakui dunia tidak hanya Indonesia,” kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (16/11/2021).

Baca Juga: Sri Mulyani Pungut Biaya Rp50.000, Beli Baju Impor Makin Mahal

Menurutnya, perlunya rumusan kebijakan di dalam negeri, Indonesia juga memahami bahwa ini merupakan masalah global. Maka Indonesia terus terlibat secara aktif pada forum global baik itu COP26 di dalam UNFCCC maupun pada koalisi antar Menteri-Menteri Keuangan terhadap perubahan iklim karena aspek keuangan menjadi sangat penting untuk mewujudkan komitmen dalam mengurangi ancaman akibat perubahan iklim global.

Baca Juga: Menko Airlangga Minta Sri Mulyani dan BEI Siapkan Aturan Perdagangan Karbon

“Kita juga melakukan di forum G20 dan di forum ASEAN dan di bidang Taskforce untuk climate finance. Disini hitung-hitungan menjadi sangat penting, bagaimana sebuah transisi baik itu di bidang forestry, transportasi, maupun di bidang energi dan juga bahkan di bidang pengolahan sampah menjadi luar biasa sangat penting bagi kita untuk menentukan desain kebijakan dan yang paling penting transisinya,” bebernya.

Dia berharap kepada para pelaku di sektor capital market agar memahami bahwa isu perubahan iklim ini akan menjadi isu utama dalam pembahasan di dunia, dan menurutnya ini berarti akan mempengaruhi sumber-sumber pendanaan untuk ekonomi hijau.

“Kami di Kementerian Keuangan terus berkomunikasi dengan semua stakeholder termasuk di dalam pengembangan carbon price yang sudah di-introduce melalui Perpres dan menjadi landasan bagi Indonesia untuk memulai sebuah mekanisme pasar karbon dimana kita juga dalam hal ini akan sangat tergantung kepada Bursa Efek Indonesia dan yang akan menjadi platform untuk perdagangan, yang saya harap akan membangun dan mengantisipasi, sehingga perdagangan karbon menjadi kredibel dan diakui tidak hanya Indonesia tapi juga diakui oleh dunia,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini