Cerita Erick Thohir soal Vaksin Sinovac: Dulu Citranya Negatif Sekarang Diperebutkan

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 18 November 2021 17:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 18 320 2503928 cerita-erick-thohir-soal-vaksin-sinovac-dulu-citranya-negatif-sekarang-diperebutkan-kIVq8MqntA.jpg Vaksin Covid-19 Banyak Dicari Masyarakat. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan vaksin Covid-19 produksi farmasi China, Sinovac menjadi incaran banyak pihak. Menurut Erick, efektivitas vaksin Sinovac awalnya diragukan sebagian orang.

Tapi, sejak pertama kali didistribusikan ke Indonesia dan disuntikan kepada tenaga kesehatan, vaksin dinilai tidak efektif mengendalikan virus. Pernyataan itu didasarkan pada sejumlah tenaga kesehatan yang kembali terpapar Covid-19, padahal mereka sudah menerima vaksinasi.

Baca Juga: Hasil Uji Coba Buktikan Vaksin Coronovac Aman untuk Anak 3-17 Tahun

Keraguan itu pun langsung diklarifikasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahwa tenaga kesehatan yang terinfeksi bukan berarti vaksin tidak bekerja, tetapi lantaran intensitas pasien terpapar Covid-19 yang mendapat perawatan cukup tinggi.

"Yang awalnya pun vaksin Sinovac ini karena buatan China, lalu dikonotasikan sangat negatif, hari ini Sinovac diperebutkan di mana-mana. Saya kebetulan tidak bisa hadir, sedang di Bandung, saya bertemu Apindo dan pemerintah daerah, mereka semua sekarang cari Sinovac," ujar Erick, Kamis (8/11/2021).

Baca Juga: Satgas IDI: Vaksin Booster Melindungi Kelompok Usia Lanjut dan Rentan

Per 1 September 2021 lalu, Indonesia kembali menerima 4 juta dosis vaksin Sinovac. Jumlah itu menambah pasokan vaksin di Tana Air saat ini yakni sebanyak 317.494.660 dosis yang terbagi dalam bentuk bahan baku (bulk) dan vaksin jadi.

Erick pun memastikan dengan jumlah vaksin yang ada, pemerintah akan mempercepat pelaksanaan vaksinasi ketiga. Targetnya, pelaksanaan dilakukan pada tahun 2022 mendatang.

"Nah hal ini sebagai upaya bagaimana tentu pelaksanaan vaksinasi harus dipercepat, dan vaksin ketiga harus dipersiapkan di tahun depan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini