Share

Presiden Jokowi: 2030, Eropa-Amerika Enggak Mau Terima Barang dari Energi Fosil

Dita Angga R, Jurnalis · Kamis 18 November 2021 18:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 18 320 2503962 presiden-jokowi-2030-eropa-amerika-enggak-mau-terima-barang-dari-energi-fosil-MIDpqybAmb.jpg Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone.com/Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa Indonesia terus mengarah pada ekonomi hijau. Indonesia pun memiliki kekuatan besar menjadi ekonomi hijau. Di mana semua negara saat ini sudah mulai meninggalkan energi fosil.

“Strategi ini harus mulai ditata. Karena orang nanti, 2030 nanti Eropa Amerika mungkin sudah mulai stop. Enggak mau lagi terima barang-barang yang berasal dari energi fosil. Engga mau. Itu undang-undang mereka akan siapkan itu. Di G20 omongan kita hanya itu-itu aja, udah. Orang larinya ke sini semuanya. Ke green economy, ke green economy. Dan kita sadar kita mempunyai kekuatan besar di ekonomi hijau ini,” katanya, Kamis (18/11/2021).

Baca Juga: Transisi Mobil BBM ke Listrik Segera Dipercepat

Dia pun mengungkapkan bahwa bulan akan mulai dibangin green industrial park di Kalimantan Utara. Di mana energinya merupakan green energy dari Sungai Kayan.

“Kita ini memiliki baru satu sungai, Sungai Kayan ini kurang lebih nanti bisa memproduksi kurleb 11.000-13.000 mega watt. Baru satu sungai. Indonesia ini memiliki 4.400 lebih sungai besar dan sungai sedang. 4400 lebih. Kita bicara baru satu sungai, sungai kayan. Sungai Mamberamo itu bisa kira-kira 24.000 mega watt. Ini baru dua sungai. Kalau 4400 sungai ini dilarikan ke hydropower kita bisa membayangkan baru yang namanya hydropower,” paparnya.

Baca Juga: Tinggalkan Batu Bara, Jokowi Serius Kembangkan Ekonomi Hijau hingga EBT

Selain itu Jokowi juga mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki geothermal. Dengan potensi 29.000 megawatt jika dikerjakan.

“Belum kita urusan angin, urusan arus bawah laut gede banget. Belum bisa ngitung yang ini. Ini lah kekuatan yang harus kita sadari dan segera kita manfaatkan untuk ke depan anak cucu kita. Kekuatan ini yang ingin kita siapkan,” ujarnya.

Bahkan menurutnya sudah ramai investor ingin masuk dalam pembangunan green industrial park.

“Dan sudah nanti di bulan depan ini kita mulai lagi tadi green industrial park. Satu dulu begitu ini jalan akan, ini sudah ngantri yang ngantri pengen masuk karena apa? Energinya hijau. Tapi butuh investasi yang sangat besar dan kita nggak punya kemampuan. Sehingga swasta silahkan masuk,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini