Share

Erick Thohir Bidik Kerja Sama Garuda dengan Qatar-Nippon Airways

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 19 November 2021 21:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 19 320 2504585 erick-thohir-bidik-kerja-sama-garuda-dengan-qatar-nippon-airways-7izR2Yrk0I.jpg Kerjasama Garuda Indonesia dengan Maskapai Global. (Foto: Okezone.com/Garuda Indonesia)

JAKARTA - Kementerian BUMN memperluas kerjasama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan maskapai penerbangan global lain. Di mana sebelumnya, Garuda Indonesia melakukan perjanjian bisnis penerbangan (codeshare agreement) dengan Emirates.

Adapun perusahaan penerbangan global yang dibidik di antaranya Qatar Airways dan maskapai milik pemerintah Jepang, All Nippon Airways (ANA). Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa rencana tersebut masih diproses.

Baca Juga: Harga Sewa Pesawat Garuda Termahal di Dunia, Erick Thohir Soroti Direksi Tak 'Jago' Nego

"Lalu, bagaimana dengan ke luar negeri nya? Yah uda kita codeshare seperti yang kita lakukan dengan Emirates, kita lakukan nanti dengan Qatar, dengan ANA, tetapi dalam untuk untung sama untung. Jadi kita masih proses," ujar Erick saat ditemui di kawasan Hotel Indonesia, Jumat (19/11/2021).

Kerja sama antara emiten kode saham GIAA itu dengan maskapai global untuk melayani rute penerbangan ke luar negeri. Tujuannya, Garuda tetap memiliki nilai di mata pelanggannya.

Baca Juga: Penerbangan Garuda Indonesia Bakal Langka, Bisnis AP I Ikutan Rugi

Erick mencatat, langkah itu diharapkan berdampak positif dalam mendukung orientasi baru Garuda yang lebih difokuskan melayani rute domestik.

Meski berencana menggandeng perusahaan penerbangan dunia, Kementerian BUMN memutuskan akan menghentikan sejumlah rute penerbangan internasional Garuda Indonesia. Upaya ini menjadi bagian dari upaya penyelamatan bisnis emiten pelat merah tersebut.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, rute-rute penerbangan internasional Garuda Indonesia akan dikurangi secara signifikan dan menyisakan volume kargo yang dinilai masih memadai.

Sebagai gantinya, pemegang saham mengalihkan (refocusing) rute internasional ke domestik. Upaya ini akan dilakukan secara masif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini