Jokowi Ingin Mobil hingga Kompor Beralih ke Listrik

Antara, Jurnalis · Sabtu 20 November 2021 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 20 320 2504832 jokowi-ingin-mobil-hingga-kompor-beralih-ke-listrik-sIUHbrUnsZ.jpg Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone.com/Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan pemerintah memiliki tujuan besar untuk memberi keuntungan (surplus) ke neraca​​​ pembayaran Indonesia yang selama puluhan tahun terkendala tingginya impor minyak. Karena itu, Presiden mendorong penggunaan mobil listrik dan juga kompor listrik untuk mengurangi kebutuhan minyak dan gas (migas).

"Kalau kita bisa mengalihkan itu ke energi yang lain, misalnya mobil diganti listrik semuanya, gas rumah tangga diganti listrik semuanya, karena di PLN over supply (kelebihan pasokan) artinya supply dari PLN terserap, impor minyak di Pertamina jadi turun," kata Presiden Jokowi, dikutip dari Antara, Sabtu (20/11/2021).

Baca Juga: Wow, Pembeli Mobil Listrik Pertama Lexus Rela Antre Sampai Tahun Depan

Dengan mengoptimalkan penggunaan listrik dari PT PLN (Persero), maka masalah pasokan listrik berlebih PLN dapat diatasi, sekaligus juga menurunkan impor minyak oleh PT Pertamina (Persero).

Jika impor minyak berhasil dikurangi, lanjutnya, maka akan berdampak positif kepada neraca transaksi berjalan dan neraca pembayaran Indonesia.

Baca Juga: Tips Merawat Mobil Listrik, Perhatikan Daya Baterai hingga Pengecekan Berkala

"​​Goal (tujuan) besarnya adalah negara ini akan memperoleh keuntungan dalam bentuk neraca pembayaran kita yang sudah berpuluh tahun kita tidak bisa selesaikan, karena problemnya impor minyak kita terlalu besar sekali," kata Presiden Jokowi.

Menurunnya impor minyak juga akan membuat Pertamina dapat mengurangi kebutuhan dolar AS di pasar keuangan sehingga akan memperkuat nilai tukar mata uang rupiah. Jika kurs rupiah menguat karena impor yang terus menurun, ekonomi Indonesia secara fundamental akan lebih berdaya tahan dan berdaya saing.

"(Mempengaruhi) yang namanya kurs dolar kita karena setiap bulan Pertamina harus menyediakan pembelian dolar AS di pasar dalam jumlah yang tidak kecil, besar sekali," ujarnya.

Presiden Jokowi juga meminta PLN untuk menyiapkan transisi energi dari sumber daya fosil ke sumber daya yang ramah lingkungan (ekonomi hijau).

"Ini bisa segera dilakukan, ada target misalnya 2022 karena (2021) tinggal sebulan. Misalnya (2022) 5.000 megawatt harus geser dari coal(batu bara) ke bisa hydropower, bisa geothermal, bisa ke solar panel, silakan, tapi memang harus sudah ada tahapan tahapan seperti itu," ujar Presiden Jokowi.

Presiden menegaskan transisi energi fosil ke energi hijau merupakan keharusan yang harus dilakukan seluruh pihak, termasuk BUMN sektor energi seperti PLN dan Pertamina.

"Memang untuk kepentingan yang lebih baik, untuk anak cucu kita. Jadi mau tidak mau yang namanya transisi energi menuju ke sebuah energi hijau harus. Itu sudah nggak bisa tawar menawar," ujar Presiden Jokowi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini