IPO, Nusantara Sawit Incar Investor Milenial

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 23 November 2021 11:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 278 2506042 ipo-nusantara-sawit-incar-investor-milenial-Gz7GDXsRkV.jpg IPO, Nusantara Sawit Sejahtera bidik investor milenial (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSS) mengincar investor dari milenial untuk membeli saham perusahaan melalui IPO. Adapun IPO dijadwalkan pada awal tahun 2022.

“Kalangan milenial akan menjadi generasi penerus untuk mempertahankan dan mengembangkan prestasi industri kelapa sawit Indonesia di masa mendatang. Untuk itu, kalangan milenial perlu berperan dan terlibat dalam perusahaan-perusahaan kelapa sawit, termasuk menjadi pemegang saham,” kata Wakil Direktur Utama PT Nusantara Sawit Sejahtera Kurniadi Patriawan.

Baca Juga: IPO Bidik Rp437,6 Miliar, Dharma Polimetal Pede Penjualan Naik 20% di 2022

Disampaikannya, industri kelapa sawit selama ini sudah terbukti menjadi salah satu komoditas penopang perekonomian nasional. Posisi ini harus dipertahankan dan terus dikembangkan. Target ini sejalan dengan peningkatan jumlah investor milenial di bursa saham.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, jumlah investor di pasar modal Indonesia pada akhir 2020 telah mencapai 1.695.268 Single Investor Identification (SID). Jumlah investor di pasar saham tahun 2020 meningkat sebesar 53,47% dibandingkan jumlah investor selama akhir tahun 2019 yang mencapai 1.104.610 SID.

Baca Juga: Dharma Polimetal IPO, Siap Masuk Bisnis Kendaraan Listrik

Jika dikelompokkan berdasarkan usia, sebanyak 70% di antaranya adalah generasi milenial atau kelahiran tahun 1985-1990. Sementara itu, NSS berencana melepas 40% untuk meningkatkan kapitalisasi pasar perusahaan menjadi Rp5 triliun. Dengan perkiraan harga Rp135 hingga Rp150 per unit saham, perusahaan menargetkan dapat menarik Rp 2 triliun dari penjualan saham perdana.

NSS didirikan pada tahun 2008 dengan lima lokasi perkebunan di Provinsi Kalimantan Tengah. Perusahaan fokus memproduksi Tandan Buah Segar (TBS), Minyak Sawit Mentah (CPO) dan Inti Sawit (PK) dengan standar kualitas tinggi. Lebih jauh, Kurniadi Patriawan menjelaskan bahwa dengan menjadi perusahaan publik, Nusantara Sawit Sejahtera membuka diri terhadap pengawasan dari masyarakat terutama dari pemegang saham. Baik dari kinerja keuangan, tata kelola sistem perusahaan, memenuhi ketentuan konservasi lingkungan dan mensejahterakan masyarakat di lingkungan sekitar perusahaan.

Di sisi lain, dia mengemukakan sejak beberapa tahun terakhir kampanye hitam terhadap produk minyak kelapa sawit gencar dilakukan sejumlah pihak. Hal ini menyebabkan terjadinya hambatan dalam perdagangan CPO di pasar internasional, terutama di Eropa. Kampanye hitam saat ini juga sedang menyasar kalangan milenial.

Untuk menghadapi hal tersebut, Kurniadi berharap generasi muda bisa lebih kritis. Artinya tidak langsung menerima informasi negatif tentang kelapa sawit Indonesia. Sebab, informasi negatif ini memberikan dampak yang sangat besar bagi perekonomian masyarakat, terutama bagi tenaga kerja dan orang-orang yang selama ini mengandalkan hidupnya dari industri kelapa sawit.

“Kalau generasi milenial Indonesia memiliki perhatian besar dan mau berbuat sesuatu, maka saya yakin Indonesia sebagai penghasil minyak nabati terbesar di dunia, tidak bisa digeser posisinya,” papar Kurniadi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini