Menteri ESDM Buka Pintu Selebar-lebarnya Investasi EBT

Antara, Jurnalis · Selasa 23 November 2021 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 320 2506231 menteri-esdm-buka-pintu-selebar-lebarnya-investasi-ebt-bXnFlIXzcF.png Investasi energi terbarukan terbuka lebar di Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kesempatan investasi di subsektor energi baru terbarukan (EBT) sangat terbuka luas. Pasalnya, Indonesia memiliki potensi besar dari sumber daya EBT yang dimiliki.

"Kesempatan untuk investasi di subsektor energi baru terbarukan sangat terbuka luas," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Selasa (23/11/2021).

Arifin mengatakan pemerintah akan melaksanakan Renewable Energy Investment Day yang diawali dengan peresmian 21 proyek energi baru terbarukan berbasis hidro, surya, dan biogas dengan kapasitas 312 megawatt serta satu pabrik biodiesel berkapasitas 580 ribu kiloliter per tahun.

Baca Juga: Jokowi Tugasi Luhut hingga Erick Thohir Cari Skema Biayai Transisi Energi Fosil ke EBT

Kemudian ditandai empat kontrak perjanjian energi baru terbarukan, pengumuman proyek-proyek energi bersh yang ditawarkan oleh PLN kepada investor sebagai implementasi dari RUPLT 2021-2030 dengan total kapasitas 1,2 gigawatt untuk periode pengadaan 2021-2022.

"Perkiraan total nilai investasi dari peresmian penandatanganan dan penawaran proyek energi baru terbarukan adalah sebesar USD3,9 miliar dan akan mampu menyerap tenaga kerja lebih 52 ribu orang," kata Menteri Arifin.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, pemanfaatan energi terbarukan saat ini hanya 0,3% dari total potensi yang dimiliki oleh Indonesia.

Baca Juga: Hentikan Batu Bara dan Minyak, Jokowi Akui Berdampak ke PLN-Pertamina

Total potensi energi bersih di Indonesia tercatat mencapai 3.64,4 gigawatt yang terdiri dari surya 3.294,4 gigawatt, air, 94,6 gigawatt, bioenergi 56,9 gigawatt, angin 154,9 gigawatt, panas bumi 23,7 gigawatt, dan laut 59,9 gigawatt.

Sedangkan porsi energi bersih yang baru dimanfaatkan saat ini hanya sebesar 10.889 megawatt yang terdiri dari surya 194 megawatt, air 6.432 megawatt, bioenergi 1.923 megawatt, angin 154 megawatt, dan panas bumi 2.186 megawatt.

Selain potensi energi terbarukan, beragam potensi energi baru yang ada juga masih belum banyak diketahui, seperti uranium untuk pembangkit listrik tenaga nuklir. Menteri Arifin menyampaikan bahwa total realisasi investasi di subsektor energi baru terbarukan sebesar 1,12 miliar dolar AS sampai triwulan III 2021.

Realisasi modal tersebut berasal dari investasi panas bumi sebesar 49%; aneka energi baru terbarukan berupa air, matahari, dan angin sebesar 32%; bioenergi 18%; dan sisanya satu% berasal dari investasi di bidang konservasi energi.

"Akhir 2021 diharapkan realisasi investasi di subsektor energi baru terbarukan dan konservasi energi dapat mencapai 1,44 miliar dolar AS," ucap Arifin.

Saat ini, Indonesia sedang bergerak menuju relaksasi visi pembangunan ekonomi hijau, sehingga membutuhkan dukungan dari pemangku kepentingan dan penanaman modal pada proyek-proyek energi baru terbarukan dari listrik maupun non listrik agar proses transisi energi dapat berjalan baik dan target yang telah disusun dapat tercapai sesuai tenggat waktu yang telah ditetapkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini