Pelaku Faktur Pajak Bodong Ditangkap, Rugikan Negara Rp10,2 Miliar

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 23 November 2021 18:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 320 2506332 pelaku-faktur-pajak-bodong-ditangkap-rugikan-negara-rp10-2-miliar-cBiW48NEDb.jpg Ditjen Pajak (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kasus pidana pajak yang merugikan negara Rp10,2 miliar berhasil diungkap. Bahkan pelakunya sudah ditangkap.

"Sebagai salah satu bukti kerjasama yang baik antara DJP, Kepolisian, dan Kejaksaan adalah telah diserahkannya tanggung jawab atas tersangka HI (39) beserta barang bukti dugaan kasus pidana pajak yang diduga merugikan negara Rp10,2 miliar kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan melalui Polda Metro Jaya pada Kamis 18 November lalu," ujar Kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Selatan Aim Nursalim dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (23/11/2021).


Baca Juga: Stafsus Sri Mulyani: Dari Lahir hingga Meninggal Berurusan dengan Pajak

Penyerahan tanggung jawab tersangka HI beserta barang buktinya dari Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kanwil DJP Jaksel I ini bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Jaksel untuk selanjutnya dilakukan penahanan di Rutan Polda Metro Jaya.

HI diduga melakukan tindak pidana dan/atau turut serta melakukan tindak pidana di bidang perpajakan berupa dengan sengaja menerbitkan dan/atau menggunakan faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya yang dilakukan melalui PT BUL untuk kurun waktu 2011 sampai dengan 2012.

"Tersangka HI, yang sebelumnya telah dilakukan penahanan di Rutan Polda Metro Jaya, disangkakan dengan pasal 39A huruf a dan atau pasal 39 ayat (1) huruf d Jo pasal 43 ayat (1) UU KUP Jo Pasal 64 KUHP," katanya.

Berkas penyidikan atas HI telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pada tanggal 17 November 2021. Selain kasus HI, rangkaian penyidikan terkait rantai penerbit dan/atau pengguna faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya akan terus dilakukan melalui penelusuran alur transaksinya.

Saat ini, Kanwil DJP Jaksel I sedang menuntaskan beberapa kasus tindak pidana perpajakan lainnya dengan modus menerbitkan dan atau menggunakan faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya bekerjasama dengan Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta sebagai mitra dalam penyelesaian kasusnya.

"Selain itu, Penyidikan Tindak Pidana Perpajakan yang telah dilakukan selama ini diharapkan mampu memberikan efek jera kepada para pelaku tindak pidana maupun wajib pajak lainnya yang memiliki niat untuk melakukan tindak pidana di bidang perpajakan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini