Perjalanan Panjang Minyak Goreng Curah, Sempat Diizinkan Kini Dilarang Total Mulai 2022

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Jum'at 26 November 2021 10:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 26 320 2507733 perjalanan-panjang-minyak-goreng-curah-sempat-diizinkan-kini-dilarang-total-mulai-2022-6VgcnPSAp1.jpg Minyak Goreng Curah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) berencana melarang penjualan minyak goreng curah mulai 1 Januari 2022. Hal ini ditetapkan, karena harga minyak goreng curah sangat bergantung dengan harga minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO).

“Jadi untuk ini pemerintah mengantisipasi dengan mewajibkan peredaran minyak goreng kemasan. Tidak diizinkan lagi, mulai 1 Januari 2022, minyak goreng diedarkan dalam keadaan curah,” ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan di Jakarta, Rabu 24 November 2021.


Baca Juga: Minyak Goreng Curah Tak Dilarang, Begini Penjelasan Lengkap Mendag

Ternyata, tarik ulur pelarangan minyak goreng cukup panjang. Dari sisi pengusaha menanti pelarangan minyak goreng curah sejak 11 tahun lalu.

Sejak 2010 hingga 2021, sudah banyak pelaku industri yang tergabung dalam GIMNI telah melakukan investasi miliaran Rupiah untuk mesin packing. Namun mesin tersebut belum dapat digunakan dengan optimal sampai saat ini. Tapi ketetapan penyetopan belum kunjung terealisasi.

"(Selama ini) maju mundur terus. Investasi ini bermiliar-miliar tapi enggak pernah dipakai. 11 tahun loh kami nunggu. Anggota kami sudah jenuh. Sampai akhirnya Juni 2021 kemarin kami minta kepastian jangan mundur lagi dan bisa terealisasi pada 1 Januari 2022," ujar Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga kepada MNC Portal Indonesia.

Sementara, pada 2019, pemerintah pernah menyerukan kebijakan terkait penggunaan minyak goreng curah. Di mana, pemerintah meminta agar konsumen lebih cerdas dalam memilih minyak goreng yang terjamin kehalalan, higinietas, dan juga kandungan gizinya.

Adapun kebijakan tersebut tidak bermaksud untuk memastikan industri rakyat, dan juga usaha kecil dan menengah yang biasa menggunakan minyak goreng curah.

Karenanya, harga minyak goreng kemasan dan ketersediaannya dijamin pemerintah, tidak memberatkan, dan tidak berbeda jauh dengan minyak goreng curah. Kemasan-kemasan ini juga terdiri dari kemasan yang kecil dan ekonomis, hingga yang besar, mulai dari 200 ml sampai 1 liter.

Dijelaskan, minyak goreng curah merupakan minyak yang diproduksi oleh produsen minyak goreng yang merupakan turunan dari CPO dan telah melewati proses Refining, Bleaching, dan Deodorizing (RBD) di pabrikan. Pada saat itu, pendistribusian minyak goreng tersebut, dilakukan dengan menggunakan mobil tangki yang kemudian dituangkan di drum-drum di pasar.

Proses distribusi minyak goreng curah biasanya menggunakan wadah terbuka. Akibatnya bisa rentan kontaminasi air serta binatang. Sedang penjualannya, ke konsumen, kerap juga menggunakan plastik pembungkus tanpa merk.

Di sisi lain, produksinya rentan dioplos dengan minyak jelantah. Sementara, tak banyak konsumen yang bisa membedakan minyak goreng curah dari pabrikan, dengan minyak jelantah (minyak goreng bekas pakai) yang dimurnikan warnanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini