JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membagikan tips pernikahan agar langgeng. Dia juga membagikan kisah 50 tahun hidup bersama memelihara cinta bersama sang istri Devi Simatupang.
Melalui postingan video di akun Instagram resminya @luhut.pandjaitan, dia menonton video yang tidak pernah terbayang baginya untuk dibuat, pikirannya berpetualang ke 50 tahun lalu.
Baca Juga: Terima Penghargaan Indonesia Awards 2021, Luhut : Saya Mewakili Mereka yang Bekerja Keras
"Ke 50 tahun yang lalu, ketika awal mula saya mengucap janji di hadapan Tuhan YME dan di depan wanita yang saya pilih sebagai pasangan hidup saya hingga saat ini," ujar Luhut, dikutip pada Sabtu (27/11/2021).
Dia menyebutkan bahwa sejak awal mereka mengucapkan ikrar suci pernikahan di altar, dia menganggap istrinya sebagai pasangan hidup.
Baca Juga: Luhut: Orang Luar Banyak Apresiasi Indonesia tapi Kita Banyak Nyinyir
"Yang berarti dia punya peran yang setara dengan saya dalam rumah tangga, meskipun pada kenyataannya peran dia lebih besar dari saya karena berhasil mengasuh dan mendidik anak-anak kami. Dan seringnya memang tanpa kehadiran saya di rumah karena tugas sebagai prajurit," ungkap Luhut.
Luhut paham betul bahwa memilih akan selalu jadi hal yang sulit, karenanya dia akan selalu bersyukur dan berhutang banyak kepada istrinya karena istrinya dengan ikhlas menerima dan menjalani pilihan yang sulit dengan menjadi istri prajurit yang memberikan seluruh tenaga, waktu, dan pikirannya untuk negara.
"Maka ketika saya ditanya bagaimana caranya menjaga pernikahan agar awet sampai 50 tahun? Saya katakan bahwa saling mengerti dan saling percaya adalah kunci utama, perlakukanlah pasanganmu sebagai partner atau teman dalam hal apapun," terang Luhut.
Dia menyebutkan, perbedaan pendapat dan masalah dalam pernikahan adalah niscaya. Tetapi, selama ada cinta dan respect antar satu sama lain, semua akan baik-baik saja pada akhirnya.
"Happy Anniversary My Partner in Life. No one in the world would understand me, in the best way you would always do to me," tutup Luhut.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)