Share

Deretan Bansos Cair di 2022 dari BLT hingga Kartu Prakerja, Ini 4 Faktanya

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Minggu 28 November 2021 05:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 27 320 2508311 deretan-bansos-cair-di-2022-dari-blt-hingga-kartu-prakerja-ini-4-faktanya-if5gARvU1T.jpeg Deretan bansos yang cair tahun depan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengalokasikan anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2022 sebesar Rp414 triliun.

Alokasi anggaran PEN tahun depan diberikan untuk melindungi tiga sektor dari pandemi covid-19 yaitu kesehatan, masyarakat, dan ekonomi.

Baca Juga: Duh! Ribuan PNS di Sulsel Terima Bansos untuk Warga Miskin

Berikut fakta-fakta Sri Mulyani cairkan BLT hingga Kartu Prakerja di 2022 yang dirangkum di Jakarta, Minggu (28/11/2021).

1. Digunakan untuk Perlindungan Sosial

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, anggaran PEN bakal digunakan untuk perlindungan sosial. Di antaranya PKH kepada 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Kartu Sembako kepada 18,8 juta KPM.

Baca Juga: Sri Mulyani Siapkan Rp414 Triliun, BLT hingga Kartu Prakerja Siap Cair 2022

"Kartu Prakerja kepada 2,9 juta peserta, dukungan program jaminan kehilangan pekerjaan, BLT Desa, dan antisipasi pelunasan program perlinsos lainnya," kata Sri Mulyani dalam video virtual.

2. Anggaran PEN untuk Bidang Lainnya

Selain itu, alokasi program PEN untuk bidang kesehatan adalah sebesar Rp117,94 triliun, perlindungan masyarakat Rp154,8 triliun, dan penguatan pemulihan ekonomi Rp141,4 triliun.

3. Alokasi Anggaran Bidang Kesehatan

Adapun, anggaran bidang kesehatan sebesar Rp117,94 triliun akan digunakan untuk testing, tracing, treatment, perawatan pasien covid-19 dengan cost sharing bersama BPJS, insentif tenaga kesehatan pusat dan daerah, pengadaan vaksinasi, insentif perpajakan vaksin, penanganan kesehatan lainnya di daerah, dan antisipasi kesehatan lainnya.

"Sama seperti 2021 kita berharap pengelola anggaran di K/L dan pemerintah daerah harus tetap memiliki fleksibilitas. Artinya kita tetap berjaga-jaga covid-19 tidak akan meningkat lagi sehingga kegiatan masyarakat, sosial, ekonomi dan keuangan bisa berjalan,"katanya.

4. Realisasi dari Sisi Belanja

Sementara itu, dari sisi belanja, realisasinya Rp 2.058,9 triliun atau tumbuh 0,8% dan setara 74,9% dari yang direncanakan senilai Rp 2.750,0 triliun. Belanja pemerintah pusat senilai Rp 1.416,2 triliun atau mencatatkan pertumbuhan 5,4%, sedangkan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) 642,6 triliun atau minus 7,9%.

Dengan kinerja tersebut, defisit APBN hingga Oktober 2021 telah mencapai Rp 548,9 triliun atau 3,29% terhadap produk domestik bruto (PDB). Defisit itu juga setara 54,5% dari yang direncanakan senilai Rp1.006,4 triliun.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini