Share

Menteri ESDM Janji Tak Akan Tinggalkan Industri Hulu Migas

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Senin 29 November 2021 12:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 320 2508977 menteri-esdm-janji-tak-akan-tinggalkan-industri-hulu-migas-Z9vk7UiUUY.jpg Menteri ESDM Arifin Tasrif (Foto: Dok Kementerian ESDM)

BALI - Menteri ESDM Arifin Tasrif menyatakan, pemerintah tidak akan meninggalkan industri hulu migas di tengah rencana transisi energi.

Apalagi saat ini pemerintah menggeber penggunaan energi terbarukan demi mencapai net zero emission pada 2060.

"Industri hulu migas, tidak akan serta merta ditinggalkan karena industri ini juga menjadi salah satu pilar ekonomi Indonesia," kata Arifin dalam acara The 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2021 di Nusa Dua, Bali, Senin (29/11/2021).

Baca Juga: Indonesia Lelang 8 Blok Migas, Tertarik?

 

Namun pada masa transisi energi ini terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain masalah reability energi baru dan terbarukan yang memerlukan teknologi untuk menjaga intermittency.

Terkait hal tersebut, peranan industri hulu migas yang rendah carbon diharapkan bisa menjadi energi pada masa transisi ini. Karena, industri hulu migas yang rendah karbon merupakan visi dari industri fosil dalam era transisi ke depan.

Berdasarkan hasil studi Universitas Indonesia atas dampak kegiatan usaha hulu migas tahun 2003 - 2017, Arifin menyebut bahwa multiplier effect industri hulu migas terus meningkat.

Industri hulu migas yang pada mulanya didisain untuk menghasilkan manfaat berupa penerimaan negara secara maksimal, kemudian dikembangkan menjadi salah satu mesin penggerak kegiatan penunjangnya, seperti perbankan, perhotelan dan sebagainya.

"Dalam perhitungan umum, setiap investasi sebesar USD1, menghasilkan dampak senilai USD1,6 yang dapat dinikmati oleh industri penunjangnya," katanya.

Selain memberikan dampak langsung, industri hulu migas (terutama gas) juga akan menjadi penyokong energi pada masa transisi.

"Karena selain untuk mendukung pertumbuhan permintaan energi, gas juga akan dikembangkan untuk menggantikan energi batubara yang lebih banyak menghasilkan karbon. Dengan posisinya tersebut, maka konsumsi gas di masa depan akan meningkat signifikan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini