Erick Thohir Keras ke Direksi BUMN Pangan: Yang Ada di Meja Bapak Itu Kerja Keras Petani

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 01 Desember 2021 18:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 320 2510426 erick-thohir-keras-ke-direksi-bumn-pangan-yang-ada-di-meja-bapak-itu-kerja-keras-petani-hiL3DBiVop.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menyindir direksi BUMN di sektor pangan. Erick mengatakan bahwa segala hal yang dinikmati direksi di ruang kerja merupakan hasil keringanan para petani.

Pernyataan Erick tersebut mengacu pada upaya BUMN di sektor pangan untuk menjadikan petani sebagai mitra kerja. Tujuannya untuk mengangkat kesejahteraan para petani.

"Coba kita mulai menggali hati kita, Pak Presiden kemarin turun ke lapangan, bertemu dengan para petani. Sampai kapan para petani kita tidak boleh naik kelas? Padahal yang ada di meja bapak, itu hasil kerja keras saudara-saudara kita yang ada di bawah, yang kita hanya sedang duduk pake AC yang menikmati daripada yang ada di atas meja," ujar Erick, Rabu (1/12/2021).

Baca Juga: Erick Thohir ke Ahok: Tolong Direview Pertamina

Menurutnya, konsolidasi BUMN dalam satu payung Holding Pangan tak semata kepentingan bisnis korporasi semata. Namun, bagian dari menjaga keseimbangan antara BUMN dan petani. Dari konteks ini, Erick menginginkan petani dilibatkan dalam rantai pasok pangan yang digarap perusahaan negara.

"Keseimbangan, itulah yang saya tekankan kepada Pak Gani (Dirut PTPN III), Pak Arif (Dirut PT RNI) ketika kita konsolidasikan daripada pangan yang ada di BUMN (Holding Pangan)," katanya.

Menjawab keinginan pemegang saham, Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI, Arief Prasetyo Adi mencatat, upaya peningkatan produksi gula terus dilakukan melalui berbagai pendekatan.

Adapun pendekatan yang dilakukan, di sisi teknis melalui peningkatan produktivitas, ekstensifikasi lahan, pengembangan pola kemitraan petani tebu, maupun perluasan keterlibatan kegiatan riset.

Baca Juga: Erick Thohir Belajar dari Anjloknya Ekonomi Amerika Latin

Arief menyebut, kunci utamanya adalah mengedepankan kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya, kolaborasi pembenahan industri gula antara RNI, PTPN III dan Perhutani perihal kesiapan tata kelola budidaya tebu melalui sinergi dengan Pupuk Indonesia, Bank BRI, Jasindo, Askrindo dalam program Makmur.

“Target musim tanam 2022, seluas 40.000 Ha disertai peningkatan kuantitas dan perbaikan kualitas bahan baku tebu, serta tujuan pentingnya adalah untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan Petani,” ujar Arif.

Saat ini Kementerian BUMN terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi gula BUMN, diantaranya dengan mendorong pengembangan lahan tebu menjadi 11.000 untuk mendukung swasembada serta revitalisasi dan pendirian pabrik baru. Melalui upaya peningkatan ini, produksi gula BUMN akan meningkat sebesar 371.000 ton di tahun 2022, dan meningkat 1.1 Juta ton di 2024.

Berdasarkan data Kementerian BUMN, dari 2,3 juta ton produksi gula nasional di tahun 2021, Pabrik Gula (PG) BUMN yang dikelola oleh RNI dan PTPN Holding Perkebunan berkontribusi sekitar 1 juta ton atau 46% dari total produksi nasional. PTPN dan RNI sendiri memiliki total 40 PG operasional dengan kapasitas 146.000 Ton Cane per Day (TCD) dan total lahan 197.000 Ha.

Saat ini, pemerintah resmi membuka Konferensi industri gula terbesar di Indonesia, National Sugar Summit (NSS) 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini