Share

Tak Disangka! Garuda Punya Utang ke Traveloka Ratusan Miliaran Rupiah

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 03 Desember 2021 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 03 320 2511436 tak-disangka-garuda-punya-utang-ke-traveloka-ratusan-miliaran-rupiah-4IvjCbSBSQ.jpg Garuda Indonesia Punya Utang ke Traveloka. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Garuda Indonesia ternyata punya utang ke perusahaan penyediaan layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel, Traveloka hingga ratusan miliar rupiah. Utang tersebut disampaikan Mantan Komisaris Garuda Indonesia, Peter F Gontha.

Saat ditemui di kawasan DPR RI, Peter mengaku utang emiten dengan kode saham GIAA di kisaran ratusan miliar. Meski begitu, dia enggan merinci lebih jauh perihal utang yang dimaksud.

Baca Juga: Bereskan Utang Garuda Indonesia, Peter Gontha Sarankan ke Jalur Hukum

Untuk melunasi utang perusahaan, manajemen memutuskan bila pendapatan atas penjualan tiket pesawat Garuda melalui platform Traveloka menjadi hak milik perusahaan penyediaan layanan tersebut.

"Jadi tiketnya sudah dipajang, jadi ke depan kalau tiket dibayar lewat Traveloka, uangnya bukan buat Garuda, buat Traveloka dan bukan Rp10-Rp20 miliar, ratusan miliar. Tapi mungkin sudah diselesaikan," ujarnya, dikutip Jumat (3/12/2021).

Baca Juga: Peter Gontha Sebut Garuda Tak Setor Dividen ke CT Selama 10 Tahun

Peter mengaku berkeberatan atas pinjaman yang dilakukan manajemen maskapai penerbangan pelat merah kepada pihak Traveloka. Lantaran, perusahaan mengalami kesulitan keuangan, maka pinjaman pun dilakukan.

"Jadi selama ini Garuda ini tidak punya uang. Selama bulan-bulan terakhir ini dan saya sangat berkeberatan mereka pinjam uang dari Traveloka," kata dia.

Secara agregat, utang Garuda Indonesia mencapai USD9,8 niliar atau setara Rp139 triliun. Adapun rinciannya, utang kepada lessor atau perusahaan penyewa pesawat sebesar USD 6.351 juta atau setara Rp90,2 triliun

Kemudian, komposisi utang terbesar kedua adalah bank yakni USD 967 juta atau setara Rp13,8 triliun. Adapun persentasenya mencapai 10 persen dari total utang.

Kemudian, OWK, Sukuk, KIK EBA sebesar USD 630 juta atau setara Rp9 triliun. Lalu, utang vendor BUMN sebesar USD 595 juta atau setara Rp8,4 triliun, dengan persentase 6 persen dari total utang.

Lalu, utang vendor swasta dengan nilai USD 317 juta atau Rp4,5 triliun. Adapun persentasenya mencapai 3 persen dari komponen utang perusahaan. Selanjutnya, liabilitas lainnya senilai USD 751 juta atau Rp10,7 triliun, dengan persentase 8 persen dari total utang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini