Menkop Ajukan Proposal UMKM Naik Kelas ke Sri Mulyani

Rina Anggraeni, Jurnalis · Sabtu 04 Desember 2021 16:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 04 320 2511720 menkop-ajukan-proposal-umkm-naik-kelas-ke-sri-mulyani-yrkCOEjVny.jpg Menkop Ajukan Proposal ke Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajukan proposal UMKM ke Kementerian Keuangan. Teten mengatakan, kebijakan pemerintah bagi UMKM bukan lagi hanya fokus agar bertahan (survive), tetapi juga bagaimana mewujudkan UMKM masa depan, yang benar-benar menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

“Sekarang bukan lagi berpikir bagaimana UMKM survival, namun menciptakan UMKM bisa berkembang naik kelas dalam arti kata sesungguhnya. Karena dari struktur ekonomi saat ini, sebesar 99,6% ekonomi nasional masih dikuasai usaha mikro,” ucap Menteri Teten di Jakarta, Sabtu (14/12/2021).

Baca Juga: Urus Sertifikasi Halal Beres 21 Hari, Ini Prosesnya

Untuk itu, pihaknya tengah mengusulkan pendanaan bagi UMKM melalui seed capital (pendanaan tahap awal), yang memungkinkan kapasitas UMKM naik kelas hingga mendorong peningkatan pembiayaan perbankan ke UMKM mencapai 30% di tahun 2025.

“Saya sudah ajukan proposal seed capital ini ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk UMKM inkubasi yang nilainya diusulkan sampai Rp20 miliar, diharapkan akan banyak UMKM level kecil naik ke level menengah,” imbuhnya.

Baca Juga: Keuntungan UMKM Punya Sertifikasi Halal

Dia menambahkan, penting untuk mengubah struktur ekonomi tersebut, dengan cara mendorong semakin naiknya skala ekonomi mikro menjadi kecil, kecil menjadi menengah, dan menengah menjadi usaha besar. Targetnya membangun struktur ekonomi yang kuat dan UMKM berdaya saing serta membangun sinergi kolaborasi mewujudkan UMKM yang naik kelas bukan hanya jalan di tempat.

Di banyak negara seperti Jepang, China, maupun Korea Selatan, kontribusi sektor UMKM sudah sangat tinggi. Ini lantaran UMKM dilibatkan dan menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional.

“Kita sedang dorong kemitraan usaha besar dan kecil dalam rantai pasok nasional juga global. Karena saat ini baru 17 persen peran industri nasional dalam rantai pasok global,” kata Teten.

Dia menegaskan, rekonstruksi kebijakan UMKM untuk masa depan adalah yang memiliki daya saing, inovatif, serta berbasis kreativitas dan teknologi. Saat ini diakuinya masih ada gap antara usaha besar dan kecil di Indonesia baik dari sisi produktivitas, kualitas SDM, hingga penggunaan teknologi produksi.

“Membangun kapasitas usaha ini yang memang masih terjebak di usaha mikro. Banyak akses pembiayaan ke mikro, tetapi yang naik kelas sedikit. KUR meskipun bisa sampai Rp250 juta, tetapi hanya untuk modal kerja, bukan untuk memperbesar kapasitas usahanya,” jelas Menteri Teten.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini