Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gunung Semeru Meletus, 6 Sektor Ekonomi Ini Terdampak

Antara , Jurnalis-Senin, 06 Desember 2021 |07:18 WIB
Gunung Semeru Meletus, 6 Sektor Ekonomi Ini Terdampak
Dampak Gunung Semeru Meletus pada Perekonomian. (Foto: Okezone.com/Ist)
A
A
A

SURABAYA - Gunung Semeru meletus memberikan dampak pada sektor perekonomian. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur mencatat ada enam sektor ekonomi di wilayah Lumajang dan Malang terdampak langsung letusan, seperti perkebunan, pertanian, peternakan, perdagangan, pertambangan serta pariwisata. 

"Dampaknya pada ekonomi cukup besar, karena Lumajang termasuk lumbung pangan Jatim, di sana banyak komoditas pertanian dan perkebunan yang menjadi komoditas andalan, di antaranya padi, kopi, tembakau, jagung, cabai dan tebu," kata Ketua Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, dikutip dari Antara, Senin (6/12/2021).

Baca Juga: Viral Pesan Utusan Nyi Roro Kidul Terkait Peristiwa Gunung Semeru Meletus

Selain itu, kata dia, juga buah-buahan seperti pisang dan mangga, serta untuk Malang ada sayur-sayuran, buah dan bunga yang pasti mati apabila komoditas itu terkena abu vulkanik.

"Begitu juga dengan sektor peternakan dan pertambangan. Sebab, potensi peternakan Lumajang dan Malang juga cukup besar. Selain penggemukan sapi, di sana juga banyak populasi sapi perah yang menjadi pemasok beberapa industri susu besar," katanya.

Baca Juga: Diterjang Banjir Lahar Gunung Semeru, Begini Kondisi Jembatan Gladak Perak

Untuk tambang, dia menyebut, di Kabupaten Lumajang banyak terdapat tambang pasir, yang saat ini terhenti.

"Pasir Lumajang terkenal memiliki kualitas bagus dan dikirim ke beberapa daerah di seluruh Jatim seperti Surabaya, Sidoarjo dan lainnya. Tetapi setelah adanya letusan, produksinya pasti akan melimpah," katanya.

Terkait nominal kerugian, Adik mengaku belum bisa memastikan berapa besar kerugian di sektor ekonomi, karena dampak letusan belum berhenti.

"Belum tahu secara pasti berapa kerugiannya. Karena nilai kerusakan dan kerugian masih dalam kajian. Tetapi untuk saat ini kami konsentrasi pada penanganan bencana dan bantuan," katanya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement