Share

Wall Street Menguat, Dow Jones Melonjak 1,87%

Antara, Jurnalis · Selasa 07 Desember 2021 07:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 278 2513020 wall-street-menguat-dow-jones-melonjak-1-87-92lrXWiOen.jpg Wall Street Menguat. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham AS, Wall Street menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Wall Street naik setelah kekhawatiran atas varian Virus Corona Omicron mereda, di mana sektor-sektor yang sensitif secara ekonomi dan saham-saham terkait perjalanan menguat.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 646,95 poin atau 1,87% menjadi menetap di 35.227,03 poin. Indeks S&P 500 bertambah 53,24 poin atau 1,17% menjadi 4.591,67 poin. Indeks Komposit Nasdaq terangkat 139,68 poin atau 0,93% menjadi 15.225,15 poin.

Baca Juga: 3 Indeks Utama Wall Street Tertekan Virus Omicron

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor industri dan kebutuhan pokok konsumen masing-masing menguat 1,64% dan 1,60% memimpin kenaikan,diikuti oleh sektor energi dan utilitas yang masing-masing naik 1,5%

Indeks Transportasi Dow Jones yang sensitif secara ekonomi mengungguli pasar yang lebih luas dengan kenaikan 2,3% sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 meningkat 2,0%.

Baca Juga: Data Pekerja AS Tak Mampu Angkat Wall Street

Sementara varian Omicron telah menyebabkan tanda bahaya dan beberapa pembatasan baru di seluruh dunia. Tapi Dr Anthony Fauci, pejabat tinggi penyakit menular AS mengatakan bahwa sejauh ini tampaknya tidak ada tingkat keparahan yang besar untuk itu. Namun, dia mengatakan bahwa studi lebih lanjut diperlukan.

"Orang-orang tidak terlalu khawatir tentang varian ini," kata Kepala Strategi Investasi Baker Avenue Asset Management, King Lip, di San Francisco, dikutip dari Antara, Selasa (7/12/2021).

Lip juga mengutip dorongan dari berita bahwa bank sentral China akan memotong jumlah uang tunai yang harus disimpan bank sebagai cadangan, berpotensi meningkatkan perusahaan-perusahaan luar negeri yang menjual produk di China serta ekonomi China.

Indeks-indeks utama Wall Street telah berayun liar sejak 26 November karena investor mencerna berita tentang varian Omicron dan kemudian komentar hawkish Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell pekan lalu tentang pengurangan lebih cepat pembelian obligasi pemerintah untuk mengatasi lonjakan inflasi.

Penyelesaian indeks S&P 500 pada Senin (6/12/2021) adalah 2,3 persen di bawah di mana ia diperdagangkan sebelum investor mulai bereaksi terhadap virus Omicron.

"Jika kekuatan hari ini di saham-saham unggulan dapat mempertahankan dirinya sendiri, itu mungkin memberi sisa pasar kemampuan untuk mulai merasa percaya diri," kata Manajer Portofolio Senior Dakota Wealth Management, Robert Pavlik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini